Warga Jati Bunder Bersedia Direlokasi

    Faisal Abdalla - 09 September 2017 07:12 WIB
    Warga Jati Bunder Bersedia Direlokasi
    Pemukiman kumuh di kawasan Jati Bunder Dalam, Tanah Abang, Jakarta Pusat. MTVN/ Faisal A
    medcom.id, Jakarta: Di tengah gedung-gedung tinggi di Ibu Kota, terselip kawasan pemukiman yang masih jauh dari kata layak. Warga yang tinggal di kawasan Jati Bunder Dalam, Tanah Abang, Jakarta Pusat, hidup di pinggir kali yang dipadati sampah.

    Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membebaskan Ibu Kota dari permukiman kumuh di tahun 2019 juga disambut baik oleh warga Kampung Jati Bunder Dalam.

    "Kalau memang Pemprov DKI Jakarta mau menertibkan, warga di sini setuju saja, tapi tolong sediakan dulu tempat tinggal pengganti untuk kami," ujar Martin, Ketua RT 12 Jati Bunder Dalam saat ditemui Metrotvnews.com, Jumat 8 September 2017.

    Martin mengatakan warga Jati Bunder Dalam pada dasarnya mau mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah. Namun demikian, pemerintah harus tetap menjamin kesejahteraan warganya.

    "Jangan setelah kawasan ini ditertibkan lalu nasib kami tidak diperhatikan. Pemerintah jangan sampai lupa sama rakyatnya, karena bagaimanapun mereka bisa menduduki jabatan karena suara rakyat," lanjut Martin.

    Martin juga mengatakan warga sebetulnya sudah pernah mendengar wacana penertiban kawasan kumuh, termasuk kawasan Jati Bunder Dalam. Saat itu wacana yang berhembus pemerintah akan menyulap kawasan pasar inpres di Jalan Sabeni Raya menjadi Rumah Susun untuk merelokasi warga Jati Bunder Dalam.

    "Tapi sampai sekarang belum ada lagi kelanjutannya. Kalau mau tertibkan wilayah sini, lebih baik pemerintah wujudkan dulu wacana rumah susun itu. Yang jelas warga tidak mau terkatung-katung," ujar Martin.

    Terkait dengan biaya sewa susun, Martin meminta agar pemerintah menetapkan biaya sewa sesuai kemampuan warga, "Saya yakin warga bersedia membayar sewa asal biayanya disesuaikan dengan kemampuan kami," kata Martin.

    Selama ini, Warga Jati Bunder Dalam hidup di pemukiman bantaran kali yang kotor dipadati sampah. Kendati demikian, warga Jati Bunder Dalam mengaku sudah terbiasa hidup dengan kondisi seperti itu.

    "Gimana ya, kalau di bilang nyaman ya tidak juga, tapi kami mau tinggal di mana lagi? Mau tidak mau dibuat nyaman saja," jelas Martin.



    (SCI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id