Asal-Usul Senpi Penembak Pelajar di Jakbar Masih Didalami

    Siti Yona Hukmana - 30 Juni 2021 12:10 WIB
    Asal-Usul Senpi Penembak Pelajar di Jakbar Masih Didalami
    ilustrasi/medcom.id



    Jakarta: Polisi masih mendalami asal-usul senjata api (senpi) jenis revolver yang digunakan JP untuk menembak pelajar, M Idris Saputra di Jalan Mangga Besar VI D, Taman Sari, Jakarta Barat, Selasa dini hari 22 Juni 2021. Sumber senpi tak kunjung diketahui karena keterangan pelaku berubah-ubah. 

    "Tadinya dia menyampaikan itu (senpi) dari daerah konflik di Ambon terus dibawa naik kapal sampai ke Jakarta," kata Kapolsek Taman Sari AKBP Iver Soon Manosoh kepada Medcom.id, Rabu, 30 Juni 2021. 

     



    Dalam interogasi terakhir keterangan pelaku yang merupakan warga Ambon, Maluku, itu berubah lagi. JP mengaku mendapatkan senpi itu dari seorang temannya setahun lalu.

    "Ini lagi kita telusuri, dia tidak tahu persis nama lengkapnya tapi ketemu sama dia dapat lah senjata ini di Jakarta setahun lalu," ungkap Iver. 

    Meski belum diketahui asal-usul senpi tersebut, pria berusia 46 tahun itu tetap dikenakan hukuman terkait kepemilikan senjata api. Senjata api itu terbukti dalam penguasaannya yang digunakan untuk menembak orang lain. 

    Baca: Terungkap, Pelaku Penembakan di Taman Sari Pakai Pistol Milik Polisi

    "Siapa pun dia mau bertahan melindungi seseorang mungkin, apa ada seseorang yang dia takut misalnya, kita tetap faktanya bahwa senjata ini ditemukan di dia," ungkap Iver. 

    Polisi menetapkan empat tersangka dalam kasus ini. JP selaku penembak korban, HS, DT, dan FW yang mengacungkan senjata tajam jenis parang kepada warga setempat.

    Keempat tersangka dijerat Pasal berlapis. Yakni Pasal 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1952 tentang Kepemilikan Senjata Api, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Pasal 338 tentang Pembunuhan jo Pasal 53 KUHP tentang Percobaan Pembunuhan. Dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

    Keempat tersangka ditangkap bersama enam rekannya AS, 42; NS, 24; RA, 48; RW, 31, dan dua wanita yang tidak disebutkan identitasnya. Mereka diringkus di rumah kontrakan di daerah Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan beberapa jam setelah kejadian. 

    Keempat tersangka ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Polres Metro Jakarta Barat. Sedangkan, enam orang lainnya dipulangkan karena tidak terbukti melakukan perbuatan kriminal.

    (NUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id