comscore

Wagub DKI Pastikan Manajemen dan Pengelolaan TransJakarta Akan Dievaluasi

Selamat Saragih - 04 November 2021 18:46 WIB
Wagub DKI Pastikan Manajemen dan Pengelolaan TransJakarta Akan Dievaluasi
Dua bus TransJakarta terlibat kecelakaan di Halte Cawang. Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) memastikan pihaknya bakal mengevaluasi PT TransJakarta. Evaluasi menyusul kecelakaan yang menyebabkan dua orang tewas.

“Kami akan evaluasi manajemen dan pengelolaan PT TransJakarta. Bahkan memastikan supaya kecelakaan tidak terulang lagi,” ujar Ariza di Jakarta, Kamis, 4 November 2021.
Salah satu evaluasi soal seleksi atau rekrutmen sopir bus TransJakarta dan mekanisme kerja. Pasalnya, menjadi sopir bus TransJakarta berbeda dengan kendaraan lain.

“Memang, kalau jalan di busway beda dengan di jalan raya, karena lebih cepat capek dan bosan. Perlu konsentrasi yang tinggi. Karena jalurnya lurus, kemudian terbatas ruang geraknya dan dikasih pembatas kiri dan kanan. Bahkan ada yang mulai kerjanya itu dari jam 3 pagi sudah ke luar. Jadi perlu satu regulasi yang memastikan kesehatan dan keselamatan bagi pengemudi dan penumpang,” papar Riza.

Dia juga meminta PT TransJakarta menjadikan temuan dan rekomendasi Polda Metro Jaya sebagai bahan pertimbangan dan evaluasi. “Tentu temuan dari polisi itu penting untuk menjadi bahan pertimbangan dan evaluasi dari TransJakarta,” ujar dia.

Baca: Kecelakaan Bus TransJakarta Diduga Akibat Pengemudi Terserang Epilepsi
 

Rekomendasi Polda Metro Jaya

Polda Metro Jaya memberikan empat rekomendasi penting untuk pihak manajemen PT TransJakarta. Rekomendasi agar kecelakaan di Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, pada Senin, 25 Oktober 2021 tidak terulang.

"Walaupun kasus kecelakaan lalu lintas ini sudah dihentikan karena tersangka meninggal dunia, tapi kami harap ini dijadikan pelajaran berharga, agar kejadian ini tidak terjadi lagi," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo di Subdit Gakkum Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 3 November 2021.

Rekomendasi pertama meminta pihak manajemen memeriksa rutin kondisi kesehatan pengemudi TransJakarta sebelum melaksanakan tugas. "Pengecekan dilakukan petugas medis. Jadi bukan hanya mengisi lembar pernyataan kesehatan saja," kata Sambodo.

Kedua, PT TransJakarta diminta memperketat proses perekrutan sopir bus. Manajemen harus memeriksa kondisi kesehatan pelamar secara detail.

Ketiga, pemeriksaan kesehatan sopir bus juga harus rutin setiap enam bulan sekali. "Kami harap ada pemeriksaan berkala enam bulan sekali, karena bisa saja daftar riwayat kesehatannya sehat tetapi seiring umur dan waktu bisa saja terjadi gangguan kesehatan," uujar dia.

Keempat, polisi meminta kecepatan bus TransJakarta dibatasi. Setiap bus diminta dipasang alarm saat sopir melebihi batas kecepatan.

"Apakah itu lampu jadi menyala. Seperti kita tidak menggunakan safety belt jadi bunyi gitu. Paling tidak penumpang bisa memperingatkan pengemudi untuk mengurangi kecepatan," tutur Sambodo.

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id