40 Ribu Kendaraan Melanggar PSBB Jakarta

    Siti Yona Hukmana - 19 Mei 2020 19:19 WIB
    40 Ribu Kendaraan Melanggar PSBB Jakarta
    Ilustrasi PSBB/Medcom.id/Zaenal.
    Jakarta: Sebanyak 40 ribu lebih kendaraan di Ibu Kota tercatat melanggar aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Jumlah itu merupakan data dari 10 April hingga 17 Mei 2020. 

    "Pelanggaran PSBB masih cukup tinggi, totalnya mencapai 40.660 dari awal pemberlakuan hingga kemarin," kata Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo dalam diskusi daring yang diselenggarakan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), Selasa, 19 Mei 2020.

    Puluhan ribu pelanggar itu terdapat di 18 check point atau titik pengecekan kendaraan di ruas jalan arteri dan gerbang tol (GT). Menurut Syafrin, pelanggaran terbanyak terjadi Minggu, 12 April 2020, dengan jumlah 2.559 kendaraan.

    Syafrin mengatakan,  pelanggaran terjadi karena pengemudi baru mengetahui pemberlakuan PSBB. Buktinya, terjadi penurunan pelanggaran pada Sabtu, 18 April 2020, dengan total pelanggar 1.126. 

    "Menurun lagi sekitar 800 sampai 900 pelanggaran sejak 28 April," ujar Syafrin.

    Selain di Gerbang Tol (GT) dan jalan arteri, pelanggaran juga terdapat di enam terminal bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan lima terminal dalam kota. Lokasi ini meliputi Terminal Kampung Rambutan, Terminal Kalideres, Terminal Tanjung Priok, Terminal Senen, Terminal Kampung Melayu dan Terminal Pulo Gebang.

    Baca: PSBB Jakarta Diperpanjang Hingga 4 Juni

    "Tercatat ada 384 pelanggaran dari 10 April hingga 17 Mei 2020," ungkap Syafrin.

    Sebanyak 294 orang melanggar dengan tidak menggunakan masker. Sementara sebanyak 90 pelanggaran karena tidak mematuhi anjuran kapasitas maksimal 50 persen penumpang atau setengah dari jumlah kursi. 

    "Untuk penerapan sanksi, saat ini kami masih fokus pada sanksi kerja sosial," ujar dia.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan kebijakan yang mengatur soal sanksi bagi pelanggar PSBB. Aturan itu tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 41 Tahun 2020 tentang Pengenaan Sanksi Terhadap Pelanggaran Pelaksanaan PSBB Dalam Penanganan Covid-19 di Provinsi DKI Jakarta.

    Sanksi yang diberikan variatif, mulai dari kerja sosial hingga denda paling sedikit Rp100 ribu dan paling banyak Rp10 juta. Sanksi kerja sosial itu seperti menyapu jalan raya.



    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id