Tepis Joe Biden, Pakar ITB Beberkan Alasan Jakarta Tak Mungkin Tenggelam

    Fachri Audhia Hafiez - 05 Agustus 2021 12:21 WIB
    Tepis Joe Biden, Pakar ITB Beberkan Alasan Jakarta Tak Mungkin Tenggelam
    Suasana Jakarta. Foto: MI/Ramdani



    Jakarta: Ketua Lembaga Riset Kebencanaan Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB), Heri Andreas, yakin DKI Jakarta tak akan tenggelam. Meski potensi tenggelam nyata, peristiwa itu sejatinya bisa dihindari.

    "Apakah nanti akan terjadi? Belum tentu. Kalau saya punya keyakinan sebenarnya tidak akan terjadi," kata Heri kepada Medcom.id, Kamis, 5 Agustus 2021.

     



    Menurut Heri, pembenahan infrastruktur untuk mencegah Jakarta tenggelam mulai terlihat sejak banjir rob pada 2007. Peristiwa itu membuat sebagian wilayah di utara Jakarta terendam.

    "Setelah 2007 itu akhirnya infrastruktur pesisir Jakarta ditinggikan, dibuat tanggul pantai, dan dibuat tanggul sungai, akhirnya sekarang kering," ujar Heri.

    Baca: Nyaris 3 Juta Orang di DKI Terima Vaksin Lengkap

    Namun, Ketua Laboratorium Geodesi ITB ini tak setuju jika cuma tanggul yang terus-menerus dibuat menjulang tinggi. Langkah lainnya juga perlu digodok matang.

    Salah satunya mencari sumber air bersih supaya masyarakat tak lagi mengeksploitasi air tanah. Permukaan tanah bisa menurun karena pengambilan air tanah yang tak ada habisnya.

    "Tanggul juga sebenarnya ikut mengalami penurunan sehingga harus setelah bikin tanggul langsung next step itu mencari air untuk bisa jadi substitusi air tanah yang dieksploitasi," ucap Heri.

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diminta segera mencari solusi memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Pemprov diminta fokus pada wilayah pesisir Jakarta.

    "Kita harus mencari sumber air yang menjadi substitusi. Setelah sumber airnya ada, lalu kita proses substitusi air tanah, misalnya dengan pipanisasi permukaan," kata Heri.

    Dia mengatakan Pemprov DKI Jakarta masih mencari sumber air pengganti air tanah. Heri tak menampik proses itu membutuhkan waktu cukup lama dan berkejar-kejaran dengan semakin menurunnya permukaan tanah.

    "Tinggal secepat apa mencari, menemukan, dan membangun infrastrukturnya. Dengan berat hati harus bilang agak lambat, tapi usaha itu ada. Ya dari pada tidak," ungkap Heri.

    Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden sempat menyinggung prediksi kemungkinan Jakarta tenggelam dalam 10 tahun ke depan. Ia mengungkit kondisi Jakarta dalam pidato mengenai perubahan iklim di Direktorat Intelijen Nasional AS pada Selasa, 27 Juli 2021.

    Biden mengatakan permukaan laut naik dua setengah kaki (76,2 cm). Jutaan orang diyakini akan bermigrasi memperebutkan tanah subur.

    "Tapi apa yang terjadi di Indonesia, jika proyeksinya benar, bahwa dalam 10 tahun ke depan mereka mungkin harus memindahkan ibu kotanya karena akan berada di bawah air," tutur Biden seperti dikutip dari Whitehouse.gov, Jumat, 30 Juli 2021.


    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id