7 Juta Orang di DKI Divaksinasi, 40% Warga Non-Jakarta

    Aria Triyudha - 26 Juli 2021 15:16 WIB
    7 Juta Orang di DKI Divaksinasi, 40% Warga Non-Jakarta
    Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) meninjau vaksinasi di Kampus Universitas Nasional, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin, 26 Juli 2021. Foto: Medcom.id/Aria Triyudha



    Jakarta: Vaksinasi covid-19 di DKI Jakarta sudah mencapai 80 persen dari target 8,8 juta penerima vaksin. Target ini harus dicapai untuk menciptakan herd immunity terhadap virus korona.

    "(Penerima) dosis satu sebanyak 7.050.648," kata Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) saat meninjau vaksinasi di Kampus Universitas Nasional, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin, 26 Juli 2021.

     



    Menurut dia, dari tujuh juta penerima vaksin itu, 2.221.896 orang sudah menerima dosis kedua atau selesai divaksinasi. Total 9.973.386 dosis vaksin disuntikkan di Ibu Kota.

    Vaksinasi, kata dia, terus dikebut sesuai arahan Presiden Joko Widodo agar vaksinasi di DKI menyasar 7,5 juta orang pada Agustus 2021. Meski begitu, Ariza menyebut dosis vaksin yang disuntikkan di Ibu Kota tidak seluruhnya diberikan kepada warga DKI.

    Baca: Pelonggaran PPKM Harus Dibarengi Pengetatan Pemantauan Prokes

    "Kami tidak membatasi hanya KTP DKI dan perlu diketahui 40 persen yang mengikuti vaksin di DKI itu dari luar daerah," terang Ariza.

    Dia mengimbau warga ber-KTP DKI yang belum divaksinasi segera mendatangi sentra vaksinasi di puskesmas atau lokasi lainnya. Vaksinasi diyakini efektif menurunkan penyebaran covid-19. 

    "Vaksin juga efektif untuk memastikan kita semua terbebas dari covid-19," ujar Ariza.


    Vaksin untuk Indonesia


    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id