Parasetamol Tidak Masuk Indikator Pencemaran Kualitas Air Laut

    Antara - 06 Oktober 2021 09:13 WIB
    Parasetamol Tidak Masuk Indikator Pencemaran Kualitas Air Laut
    Pelabuhan Muara Angke. ANT/Wahyu Putro



    Jakarta: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta tidak memasukkan parasetamol dalam indikator penelitian kualitas air laut di Teluk Jakarta. DLH rutin menguji kualitas air di Teluk Jakarta setiap enam bulan sekali.

    Penelitian tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Kepala Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan DLH DKI Jakarta Yusiono menyebut ada 38 parameter.

     



    "Ada 38 parameter yang merupakan indikator pencemaran lingkungan dan parasetamol itu tidak ada di dalam 38 parameter tersebut," kata Yusiono dilansir dari Antara, Jakarta, Rabu, 6 Oktober 2021.

    Karena itu, pihaknya tidak melakukan analisis terhadap kandungan parasetamol tersebut. Saat ini pihaknya belum mengetahui adanya parasetamol yang tinggi di perairan Teluk Jakarta.

    "Namun untuk parasetamol ini karena tidak termasuk yang diatur, maka masih belum ada baku mutu yang ditetapkan," ujar Yusiono.

    Karena hal tersebut, pihaknya belum mengetahui tingkat bahaya yang ada pada manusia atau lingkungan. Butuh penelitian tambahan terkait penemuan tersebut.

    "Dari penelitian yang lain atau dari referensi yang lain. Kadar yang ada tersebut berbahaya buat kesehatan manusia atau tidak," katanya.

    Baca: KLHK Sebut Pencemaran Parasetamol di Teluk Jakarta Aman

    Sementara itu, peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Zainal Arifin menyatakan pihaknya belum dapat memastikan sumber pencemaran kadar parasetamol yang tinggi di perairan Teluk Jakarta. Pencemaran yang terjadi tersebut belum tentu disebabkan dari Jakarta, bisa juga dari wilayah penyangga.

    "Jadi karena ini di Teluk Jakarta, Pemda Jakarta mungkin, tapi enggak. Kita harus tahu bahwa kita peneliti hampir setuju bahwa 60 sampai 80 persen pencemaran itu datangnya dari daratan sumbernya dari daratan itu bisa sampai Bodetabek," kata Zainal.

    Ada beberapa kemungkinan penyebab pencemaran parasetamol di perairan Jakarta. Seperti halnya gaya hidup hingga terkait obat-obatan kadaluarsa yang tidak terkontrol.

    "Dengan jumlah penduduk yang tinggi di kawasan Jabodetabek dan jenis obat yang dijual bebas tanpa resep dokter, memiliki potensi sebagai sumber kontaminan di perairan," ujar Zainal.

    Menurut Zainal, pengelolaan limbah farmasi dari rumah sakit harus optimal. Dengan begitu limbah yang terbuang ke lautan bisa minim terkontaminasi.

    (NUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id