Pengemudi Kendaraan Pribadi Abai Pakai Sabuk Pengaman

    Siti Yona Hukmana - 05 Juli 2019 10:07 WIB
    Pengemudi Kendaraan Pribadi Abai Pakai Sabuk Pengaman
    Kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV) terpasang di JPO Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta. (Foto: MI/Pius Erlangga)
    Jakarta: Penerapan tilang elektronik (e-TLE) hari keempat pada Kamis, 4 Juli 2019 masih banyak menyasar pengemudi yang tak mengenakan sabuk pengaman atau safety belt. Seharian kemarin, kamera canggih itu berhasil menilang 121 pengemudi.

    "Pelanggar paling banyak terjadi pada jenis pelanggaran tidak menggunakan sabuk pengaman saat berkendara. Jumlahnya 121 pengemudi terekam kamera," kata Kasubdit Gakkum Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Nasir kepada Medcom.id di Jakarta, Jumat, 5 Juli 2019. 

    Menurut Nasir, data jumlah pelanggaran sabuk pengaman dari hari pertama Senin hingga Kamis, 1-4 Juli 2019 selalu lebih banyak ketimbang jenis pelanggaran lainnya. Hari pertama ada 39 pengendara, hari kedua 150 pengendara, hari ketiga 90 pengendara, dan 121 pengendara di hari keempat.

    "Ini membuktikan masih banyaknya warga Jakarta dan pengguna jalan yang tidak disiplin dengan pemakaian sabuk pengaman itu," ujar Nasir. 

    Baca juga: 270 Orang Ditilang karena Tak Pakai Sabuk Pengaman

    Nasir merincikan area-area yang merekam pengendara tak menggunakan sabuk pengaman pada hari keempat pelaksanaan tilang elektronik. Di jembatan penyeberangan orang (JPO) Kementerian Pariwisata 13 kendaraan, di Jalan Medan Merdeka (Patung Kuda Arjuna Wiwaha) 13 kendaraan, 23 kendaraan di Traffic Light (TL) Sarinah arah ke Hotel Indonesia (HI), empat kendaraan di bawah Jalan Layang Non Tol (JLNT) arah ke Semanggi, tujuh kendaraan di bawah JLNT arah ke HI, 24 kendaraan di JPO Kemenpan RB, delapan kendaraan di JPO Ratu Plaza dan 29 kendaraan di JPO Hotel Sultan. 

    Jenis pelanggaran yang kedua terbanyak yakni pada pengemudi yang tidak patuh pada areal ganjil genap. Total, ada 73 kendaraan terekam kamera CCTV.

    "Sebanyak 10 pengemudi ditilang di Jalan Medan Merdeka Selatan (Patung Kuda Arjuna Wiwaha), tujuh kendaraan di bawah Jalan Layang Non Tol (JLNT) arah ke Semanggi, 52 kendaraan di JPO Ratu Plaza, empat kendaraan di JPO Hotel Sultan," beber Nasir. 

    Kemudian, jenis pelanggaran paling banyak ketiga yakni marka jalan. Nasir mengatakan, ada 25 pengendara yang terekam kamera CCTV. 

    "Empat pengemudi ditilang di Jalan Medan Merdeka Selatan (Patung Kuda Arjuna Wiwaha) dan 21 kendaraan di TL Gajah Mada Plaza," ucap Nasir. 

    Nasir mengatakan, pelanggar paling sedikit terekam yakni menggunakan telepon genggam saat berkendara. Pengemudi yang melanggar jenis pelanggaran ini dalam sehari kemarin hanya ada sembilan orang. 

    "Di jalan Medan Merdeka Selatan (Patung Kuda Arjuna Wiwaha), TL Sarinah arah ke HI, di bawah JLNT arah ke HI, dan JPO Ratu Plaza masing-masing terekam dua pengemudi yang melanggar. Lalu, satu pengemudi di JPO Kemenpan RB," pungkas Nasir. 

    Baca juga: Waspada! Melanggar Lalu Lintas, Tilang Elektronik Mengintai

    Dengan demikian, total jumlah pelanggar yang telah didata untuk hari keempat yakni ada 228 pengemudi. Nasir berharap, jumlah pelanggar lalu lintas semakin berkurang setiap harinya. 

    Saat ini, Ditlantas Polda Metro Jaya telah mempunyai 12 kamera tilang elektronik. Dua kamera telah diterapkan sejak 1 November 2018 lalu. Sementara 10 kamera dengan empat fitur terbaru mulai diterapkan Senin, 1 Juli 2019.

    Jenis pelanggaran yang dapat terekam oleh e-TLE, yakni marka jalan, lampu merah, traffic light (TL). Kemudian, empat fitur terbaru yakni pelanggaran ganjil genap, tidak menggunakan sabuk pengaman, menggunakan ponsel saat berkendara dan kecepatan maksimal 40km/jam.

    Dua belas kamera ini ditempat di kawasan Sudirman-Thamrin. Di antaranya, JPO MRT Senayan, JPO MRT Semanggi, JPO Kementerian Pariwisata (Kemenpar), JPO MRT Kemenpan RB, Fly Over Sudirman, Simpang Bundaran Patung Kuda, Fly Over Thamrin, Simpang Sarinah, Simpang Sarinah Starbucks, dan JPO Plaza Gajah Mada.

    Tilang elektronik ini dinilai mampu menurunkan jumlah pelanggar hingga 40 persen. Ke depan, tilang elektronik ditargerkan dapat menekan jumlah pelanggaran di atas 50 persen.



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id