Wagub DKI Mengakui Hadiri Kegiatan Rizieq Shihab di Tebet

    Siti Yona Hukmana - 24 November 2020 02:49 WIB
    Wagub DKI Mengakui Hadiri Kegiatan Rizieq Shihab di Tebet
    Wagub DKI Ahmad Riza Patria memenuhi panggilan Polda Metro Jaya, Senin, 23 November 2020. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
    Jakarta: Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku menghadiri kegiatan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Tebet, Jakarta Selatan pada Jumat, 13 November 2020. Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW itu disebut berbeda dengan di tempat lain.

    "Di Tebet yang hadir cukup banyak dari yang pernah saya hadiri," kata Riza di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 23 November 2020.

    Meski begitu, Riza menyampaikan bahwa kegiatan itu dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran covid-19. Dia mengeklaim melihat langsung penggunaan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan di kegiatan tersebut.

    "Di Tebet juga secara umum yang saya ketahui menggunakan masker kemudian juga ada penjagaan, pengawasan, dan sebagainya. Namun memang jumlahnya lebih banyak dari yang lain (kegiatan tempat lain)," ujar politikus Partai Gerindra itu.

    Riza mengaku datang ke acara Maulid Nabi Muhammad SAW itu atas undangan Ali Abdurrahman Assegaf. Semua informasi itu disampaikan Riza kepada penyidik Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya saat memenuhi undangan klarifikasi.

    Baca: Polisi: Keluarga Rizieq Tidak Datang Rapid Test

    Riza diperiksa selama kurang lebih enam jam dari pukul 11.00 hingga 19.10 WIB. Total ada 46 pertanyaan diajukan penyidik.

    Selain kegiatan Rizieq di Tebet, Riza diklarifikasi soal pesta pernikahan anak Rizieq di Petamburan, Jakarta Pusat pada Sabtu, 14 November 2020. Kegiatan itu juga ramai didatangi pengikut Rizieq.

    Banyak jemaah yang berkerumun, tidak menjaga jarak, dan meningkatkan potensi penyebaran covid-19. Sejumlah peserta juga kedapatan tidak menggunakan masker.

    Banyak pula peserta acara menggunakan masker tak sesuai ketentuan, seperti digunakan di bawah dagu. Polisi tengah menyelidiki terkait dugaan tindak pidana dalam pelanggaran protokol kesehatan tersebut. Pelaku bisa dikenakan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id