Pembeli Rumah Cantik, Orang Kuat yang Disebut Dewa Penolong

    Arga sumantri - 07 Juli 2017 17:36 WIB
    Pembeli Rumah Cantik, Orang Kuat yang Disebut Dewa Penolong
    Sari Shudiono tidak sanggup membayar pajak rumah cantik Rp16 juta per tahun. Antara Foto/Fanny Oktavianus
    medcom.id, Jakarta: Setiap melintas Jalan Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, pandangan selalu tertuju pada rumah di salah satu sudut jalan itu. Bangunan dengan arsitektur kolonial yang dikelilingi tumbuhan warna warni dan subur.

    Itu dulu. Setelah bangunan dan lahan rumah itu dibeli orang kuat dari Sari Shudiono, semua berubah. Yang tampak sekarang, di lokasi itu sedang dibangun rumah dua lantai dengan satu basement.

    Upaya si pemilik merobohkan bangunan yang dilabeli netizen rumah cantik itu sudah terlihat sejak beberapa tahun lalu. Karena ramai disorot media, rencana itu batal. Masalahnya adalah si rumah cantik masuk cagar budaya.

    Siapa orang kuat yang bisa merobohkan rumah cantik, lalu mendapatkan izin mendirikan bangunan di sana? Diyah Sri Pradjwalita, 49, putri Sari Shudiono, bercerita banyak awal ibunya membeli rumah ini pada 1958 hingga akhirnya dijual ke orang kuat.

    "Almarhumah ibu saya membeli begitu menikah dengan ayah saya," kata Dyah mengawali cerita kepada Metrotvnews.com, Jumat 7 Juli 2017.

    Pembeli Rumah Cantik, Orang Kuat yang Disebut Dewa Penolong
    Foto: Twitter @Aryprasetyo85

    Diyah mengatakan, ibunya mempertahankan arsitektur asli bangunan dengan cinta. Ornamen-ornamen klasik terawat. Sedangkan di sekeliling rumah itu desain bangunan sudah modern.

    Karena itu, menurut dia, rumah ibunya sering dibahas media, tidak hanya dari dalam negeri tapi juga media asing. Rumah ibunya juga kenyang penghargaan.

    Setiap tahun, Pemprov DKI selalu memberi predikat rumah itu sebagai hunian peninggalan Belanda paling apik, terawat, dan paling cantik se-Jakarta. "Jadi rumah yang langka di kawasan Menteng, bahkan se-Jakarta," ujar Diyah yang kini tinggal di Bintaro, Tangerang Selatan.

    Label rumah cantik, ketenaran akan keindahannya, jadi awal mula Pemprov DKI menetapkan sebagai cagar budaya golongan C. Seiring waktu, rumah cantik menjadi tujuan wisatawan lokal maupun asing.

    Bukan cuma kunjungan turis, banyak juga pelaku hiburan memanfaatkan rumah cantik. "Untuk ambil gambar film, iklan, foto, dan video klip," cerita bungsu dari almarhumah Sari Shudiono itu.

    Minim perhatian pemerintah

    Kendati ditetapkan sebagai cagar budaya golongan C, Diyah mengungkapkan, kalau biaya perawatan rumah seluruhnya dari kantong pribadi ibunya. Sari harus membayar pajak rumah Rp16 juta per tahun.

    Saban membayar pajak, Diyah mengaku selalu menyelipkan surat untuk pemerintah. Ia meminta agar pemerintah bisa memberi bantuan agar rumah cantik itu tetap bisa terawat.

    "Paling tidak PBB-nya dihapuskan atau diringankan. Karena kan Pemprov yang menggembar-gemborkan kalau rumah ibu saya sebagai cagar budaya," jelas Diyah.

    Pembeli Rumah Cantik, Orang Kuat yang Disebut Dewa Penolong
    Foto: MI/Ramdani

    Diyah mengatakan, pemerintah sempat memberi keringanan agar PBB hanya dibayar 50%. Kebijakan itu keluar setelah beberapa kali ia berkirim surat sembari membayar pajak dengan harga awal.

    "Setiap tahun kami harus bertulis surat memohon keringanan PBB. Itu terjadi di pemerintahan gubernur dari masa ke masa. Sejak (gubernur) Soerjadi Soedirja pokoknya, sampai kami jual pada tahun 2010 di era Fauzi Bowo," ungkap Diyah.

    Berbagai kondisi menyebabkan keluarga Sari memutuskan menjual rumah cantik. Salah satunya, lantaran tak sanggup lagi membayar PBB.

    Diyah bercerita, ia mulai menawarkan rumah cantik itu pada 2007. Tiga tahun rumah itu tak laku-laku. Penyebabnya antara lain karena rumah berstatus cagar budaya golongan C.

    "Banyak yang minat tapi seluruhnya tak berani. Karena melihat informasi di internet sebagai cagar budaya. Walaupun saya selalu menjelaskannya," lanjutnya.

    Medio 2010, Diyah mengatakan ada seorang yang berani membeli rumah itu. Ia enggan menyebut identitas si pembelinya. "Dia berani karena merasa punya power. Tapi bagi kami dia dewa penolong," ujar Diyah.

    Berubah wajah

    Sejak Sari menjual, rumah cantik telah berubah wajah. Bangunan asri di persimpangan Jalan Cik Ditiro dan Jalan Ki Mangunsarkoro itu dibongkar dan sedang dibangun rumah berlantai dua.

    Kamis 6 Juli, Metrotvnews.com menyambangi lokasi rumah cantik. Sejumlah pekerja sibuk mengerjakan proyek pembangunan rumah di lokasi rumah canti.

    Pembeli Rumah Cantik, Orang Kuat yang Disebut Dewa Penolong
    Pembangunan di lahan bekas rumah cantik. Foto: MTVN/Arga Sumantri

    Tampak papan Izin Mendirikan Bangunan dari Dinas Penamanan Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bagian depan. IMB teregistrasi dengan Nomor IMB: 088/8.1/31.71.06.1001/-1.785.51/2017 tanggal 7 Maret 2017.

    Pada papan IMB disebutkan, lokasi bangunan ada di Jalan Teuku Cik Ditiro Nomor 32-62/Jalan Ki Mangunsarkoro RT 08-09 RW 07, Kelurahan Menteng, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat

    Jenis kegiatan di lokasi itu untuk mendirikan bangunan baru. Penggunannya, untuk rumah besar dua lantai dengan satu basement.

    Perencana dan penjamin bangunan tertulis nama Ir Fauzi Usman (arsitek), dan Ir Tjahjo Mugianto Taruno (konstruksi).

    Papan juga memberi informasi kalau IMB bangunan masuk IMB Kelas B. Pada situs PTSP Pemprov DKI, IMB Kelas B adalah untuk bangunan non-rumah tinggal atau perumahan real estate atau rumah yang merupakan pemugaran cagar budaya atau rumah tinggal yang menggunakan lift yang jumlah lantainya di bawah 8.

    Klik: Disbudpar DKI Angkat Tangan Soal IMB Rumah Cantik
     



    (TRK)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id