Denda Rp50 Juta Rizieq Tak Sebanding dengan Biaya Pengobatan 1 Pasien

    Nur Azizah, Kautsar Widya Prabowo - 17 November 2020 01:17 WIB
    Denda Rp50 Juta Rizieq Tak Sebanding dengan Biaya Pengobatan 1 Pasien
    Warga mengikuti rapid test di Bundaran HI, 26 Mei 2020. Foto: MI/Ramdani
    Jakarta: Pakar kesehatan Universitas Indonesia (UI) Hasbullah Thabrany mengkritisi sanksi yang diberikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Rizieq diwajibkan membayar denda Rp50 juta atas kerumunan massa pada kegiatannya.

    Hasbullah menyebut denda ini tak sebanding dengan dampak yang timbul. Dia menghitung bila ada 10 orang yang terinfeksi virus korona (covid-19) saat pernikahan anak Rizieq, Syarifah Najwa Shihab, beban biaya pengobatan yang harus ditanggung negara mencapai Rp1,8 miliar.

    "Saya rasa (denda) segitu bisa jadi kecil karena saya enggak tahu berapa ratus atau ribu orang yang datang dan terinfeksi," kata Hasbullah saat dialog 'Perhitungan Rugi-rugi Kena Penyakit' di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informasi, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin, 16 November 2020.

    Berdasarkan perhitungan Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI itu, biaya perawatan satu pasien covid-19 sedikitnya mencapai Rp80 juta. Biaya itu dipakai untuk menanggung masa perawatan 14 hingga 16 hari.

    "Mendingan (biaya perawatan pasien) buat bangun masjid lebih bagus. Kita harus realistis, makanya lebih baik pencegahan," ujar dia.

    Hasbullah menyebut biaya paling besar yang dihabiskan pasien covid-19 dengan penyakit penyerta bisa mencapai Rp460 juta. Namun, kerugian paling besar yakni bila pasien covid-19 meninggal.

    "Nyawa tidak bisa dihitung. Ini enggak bisa dilihat. Maka dari itu, kita enggak perlu bikin acara ramai-ramai. Kita sabar menunggu setelah vaksin ada," ujar Hasbullah.

    Pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah juga menilai denda terhadap Rizieq terhitung kecil. Sementara itu, Pasal 93 Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekaratinaan Kesehatan mencantumkan ancaman hukuman hingga penjara.

    Baca: Kerumunan Massa Rizeq Berpotensi Ditiru Ormas Lain

    "Di situ (acara Rizieq) terjadi kerumunanan, siapa tahu di sana ada orang tanpa gejala (OTG). Itu (dapat) terjadi penularan," ujar Turbus kepada Medcom.id.

    Pemerintah diminta mengacu pada Pasal 93 UU Kekaratinaan Kesehatan. Pasal itu berbunyi, "Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama satu tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp100 juta."

    Sanksi tegas diyakini dapat memberikan efek jera kepada masyarakat yang ngotot menggelar kegiatan dengan massa besar di tengah pandemi covid-19. Keseriusan pemerintah dalam menangani covid-19 harus ditunjukkan melalui sanksi tegas. 

    Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Arifin menuturkan Rizieq ditindak sesuai Peraturan Gubernur Nomor 79 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan. Rizieq dikenakan sanksi progresif jika kembali mengulangi kesalahan.

    Selain itu, Satpol PP menindak 36 pengikut Rizieq yang tidak menggunakan masker sesuai ketentuan yang berlaku. Mereka diberi sanksi kerja sosial maupun sanksi denda Rp250 ribu.

    "Prinsipnya, semua aktivitas masyarakat itu sudah ada panduannya, sudah ada pedomannya, ada pembatasannya. Kegiatannya harus dipastikan dari protokol covid-19 terpenuhi," ujar Arifin.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id