Ini Penyidikan yang Bisa Diusut Satpol PP untuk Penanganan Covid-19

    Kautsar Widya Prabowo - 21 Juli 2021 16:46 WIB
    Ini Penyidikan yang Bisa Diusut Satpol PP untuk Penanganan Covid-19
    Ilustrasi Satpol PP menutup tempat usaha yang melanggar aturan. Medcom.id/Christian



    Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal merevisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Covid-19. Salah satu poin revisi memberikan kewenangan penyidikan kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

    Hal itu tertuang dalam Pasal 28A ayat (1) draf revisi Perda Nomor 2 Tahun 2020. Dalam draf itu, Satpol PP bisa menyidik sejumlah hal.

     



    "Pemeriksaan terhadap orang yang diduga melakukan tindak pidana, meminta keterangan dan bahan bukti dari orang yang diduga melakukan tindak pidana, memanggil orang untuk didengar dan diperiksa sebagai tersangka atau sanksi," dikutip dari salinan draf revisi yang diterima Medcom.id, Rabu, 21 Juli 2021.

    Sebelumnya, Perda Nomor 2 Tahun 2020 mengatur ketentuan pidana yang terdiri atas lima pasal terkait sanksi bagi pelanggar aturan penanggulangan covid-19. Kemudian, ditambah satu pasal lagi dalam revisi perda tersebut.

    Pasal 29
     
    Setiap orang yang dengan sengaja menolak untuk dilakukan Reverse Transcriptase Polymerase Chain Reaction atau Tes Cepat Molekuler dan/atau pemeriksaan penunjang yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dipidana dengan pidana denda paling banyak sebesar Rp5.000.000

    Pasal 30

    Setiap orang yang dengan sengaja menolak untuk dilakukan pengobatan dan/atau vaksinasi covid-19 dipidana dengan pidana denda paling banyak sebesar Rp5.000.000

    Pasal 31

    (1) Setiap orang yang dengan sengaja tanpa izin membawa jenazah yang berstatus probable atau konfirmasi yang berada di fasilitas kesehatan, dipidana dengan pidana denda paling banyak sebesar Rp5.000.000

    (2) Setiap orang yang melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disertai dengan ancaman dan/ atau kekerasan dipidana dengan pidana denda paling banyak sebesar Rp7.500.000

    Pasal 32

    Setiap orang terkonfirmasi covid-19 yang dengan sengaja meninggalkan fasilitas isolasi atau fasilitas kesehatan tanpa izin petugas dipidana dengan pidana denda paling banyak sebesar Rp5.000.000

    Pasal 32A (draf revisi)

    (1) Setiap orang yang mengulangi perbuatan tidak menggunakan masker setelah dikenakan sanksi berupa kerja sosial atau denda administratif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1), dipidana dengan kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp500.000

    (2) Pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, atau penanggung jawab perkantoran/tempat kerja, tempat usaha, tempat industri, perhotelan/penginapan lain yang sejenis dan tempat wisata yang mengulangi perbuatan pelanggaran protokol pencegahan covid-19 setelah dikenakan sanksi berupa pencabutan izin sebagaiamana dimaksud dalam Pasal 14 Ayat (4) huruf f, dipidana dengan kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp50.000.000

    (3) Pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, atau penanggung jawab transportasi umum, termasuk perusahaan aplikasi transportasi daring yang mengulangi perbuatan pelanggaran protokol pencegahan covid-19 setelah dikenakan sanksi berupa pencabutan izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 Ayat (5) huruf c dipidana dengan kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp50.000.000

    (4) Pelaku usaha, pengelola,penyelenggara, atau penanggung jawab warung makan, rumah makan, kafe, atau restoran yang mengulangi perbuatan pelanggaran protokol pencegahan covid-19 setelah dikenakan sanksi berupa pencabutan izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 Ayat (3) huruf f, dipidana dengan kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp50.000.000.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id