Penggunaan Bioplastik Dinilai Langgar Pergub DKI

    Cindy - 31 Agustus 2020 13:34 WIB
    Penggunaan Bioplastik Dinilai Langgar Pergub DKI
    Ilustrasi kantong plastik. Medcom.id
    Jakarta: Penggunaan bioplastik sebagai pengganti plastik sekali pakai disebut bertentangan dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 142 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan. Sebab, bioplastik tidak dapat dipakai berulang kali.

    "Bioplastik bermasalah dengan dua karakteristik kantong belanja ramah lingkungan yang tertulis dalam Pergub," kata Kepala Divisi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Indonesian Centre for Environmental Law (ICEL), Fajri Fadhillah, dalam diskusi secara daring, Senin, 31 Agustus 2020.

    Baca: Penerapan Kantong Belanja Ramah Lingkungan Belum Maksimal

    Empat karakteristik kantong belanja ramah lingkungan dalam pergub adalah dapat digunakan berulang kali, material terbuat dari kertas atau bahan yang dapat didaur ulang maupun kain polyester, memiliki ketebalan yang memadai, dan dapat didaur ulang.

    Menurut Fajri, bioplastik tidak dapat digunakan berulang kali karena material yang dipakai berasal dari bahan pangan seperti singkong dan jagung. Selain itu, bioplastik memerlukan waktu berbulan-bulan untuk terurai.

    "Dan terurainya menjadi mikroplastik atau plastik kecil yang cukup sulit terurai dalam tanah," ucap dia.
     

    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id