Puskesmas di DKI Diklaim Mampu Tangani Pasien Covid-19

    Cindy - 20 Mei 2020 06:50 WIB
    Puskesmas di DKI Diklaim Mampu Tangani Pasien Covid-19
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengklaim seluruh puskesmas di Ibu Kota mampu menangani pasien positif virus korona (covid-19). Namun, penanganan masih terbatas untuk orang tanpa gejala (OTG) dan orang dalam pemantauan (ODP).

    "Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) dirujuk ke rumah sakit rujukan," kata Kepala Seksi Layanan Kesehatan Dasar (Kasi Yankesar) Dinkes DKI Ratna kepada Medcom.id, Rabu, 20 Mei 2020.

    Berdasarkan buku pedoman penanggulangan covid-19 yang diterbitkan Kementerian Kesehatan, Puskesmas dapat melakukan penatalaksanaan pasien sesuai dengan kewenangan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Puskesmas dapat melakukan planning, testing, tracing, treating, reporting, serta monitoring pasien terjangkit covid-19.

    Ratna menyebut seluruh puskesmas di DKI Jakarta mampu melakukan penatalaksanaan pasien sesuai dengan ketentuan tersebut. Dia menjelaskan secara rinci tata cara penanganan covid-19 mulai dari planning hingga monitoring.

    "Planning di puskesmas terkait perencanaan kebutuhan mulai dari sumber daya manusia (SDM), alat kesehatan dan lain-lain.  Serta menyusun rencana pelaksanaan kegiatan berdasarkan skala prioritas," ujarnya.

    Kemudian, puskesmas dapat melakukan testing baik pemeriksaan fisik maupun skrining terhadap pasien covid-19. Tes yang dilakukan berupa polymerase chain reaction (PCR) swab dan rapid test.

    "Skrining ini tergantung pada kebijakan, kebutuhan dan ketersediaan bahan," ucap Ratna.

    Ratna mengatakan puskesmas juga dapat melakukan tracing atau penyelidikan epidemiologi dengan mengunjungi rumah pasien terjangkit covid-19. Penyelidikan dapat dilakukan kepada pasien yang berkunjung ke puskesmas maupun melalui konsultasi daring.

    Untuk treating, puskesmas dapat mengobati pasien berstatus OTG dan ODP sesuai pedoman penanganan pasien covid-19. Pasien akan menerima pengobatan dan pendampingan psikososial.

    "Saat ini arahannya, pengobatan oleh puskesmas hanya simptomatik (gejala) saja. Jika butuh penanganan lebih lanjut (seperti PDP), puskesmas akan melakukan rujukan ke rumah sakit," jelas dia.

    Puskesmas pun bertugas melakukan reporting atau pencatatan dan pelaporan terintegrasi kepada Dinas Kesehatan secara reguler. Pelaporan mengenai pasien yang dirawat, dirujuk, dipantau, maupun pasien meninggal.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id