Karyawan Diskotek Black Owl Bakal Di-PHK

    Antara - 18 Februari 2020 09:35 WIB
    Karyawan Diskotek Black Owl Bakal Di-PHK
    Badan Narkotika Nasional (BNN) merazia salah satu diskotek di Jakarta. Dokumentasi BNN
    Jakarta: Manajemen Restoran dan Pub Black Owl bakal merumahkan 50 karyawannya setelah izin usaha dicabut Pemprov DKI Jakarta. Hal itu setelah ditemukan pengunjung yang positif mengonsumsi narkoba.

    "Jika disegel, maka pasti akan kita lakukan PHK (pemutusan hubungan kerja), karena tidak ada pemasukan," kata perwakilan manajemen Black Owl Efrat Tio di Jakarta, Selasa, 18 Februari 2020 seperti dilansir Antara. 

    Pemprov DKI per Senin, 17 Februari 2020 resmi mencabut izin Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) PT Murino Berkarya Indonesia (MBI) selaku pemilik usaha Restoran dan Pub Black Owl. Efrat yang juga komisaris PT MBI menyesalkan pencabutan izin diskotek yang baru beroperasi  3,5 bulan lalu.  

    "Para karyawan kami bahkan digaji melebihi upah minimum provinsi (UMP)," ujar Efrat.

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menutup izin operasi tempat hiburan malam Black Owl di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Penyebabnya, sebanyak 12 pengunjung Black Owl dibawa ke Polda Metro Jaya karena positif menggunakan narkoba.
     
    Cucu membantah menabrak aturan dalam menutup tempat hiburan malam atau diskotek. Kebijakan mengacu Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 18 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata.
     
    "Aturannya (menutup diskotek) ada di pergub," kata Cucu saat dihubungi di Jakarta, Senin, 17 Februari 2020.

    Karyawan Diskotek Black Owl Bakal Di-PHK
    Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Cucu Ahmad Kurnia (tengah). Foto: Rommy Pujianto/MI
     
    Menurut Cucu, pergub merupakan turunan dari peraturan daerah (perda). Makanya, Pemprov DKI yakin tidak menabrak Perda Nomor 6 Tahun 2015 tentang Kepariwisataan sebagaimana yang dituduhkan DPRD.

    Cucu menyerahkan kepada Polda Metro Jaya bila pemilik Black Owl diduga terlibat narkoba. Pihaknya masih menginvestigasi temuan narkoba di tempat hiburan malam itu.

    "Kami masih melakukan investigasi dan mengumpulkan informasi dengan pihak-pihak terkait. Kami lebih fokus ke kelalaian atau pembiaran yang dilakukan manajemennya," kata dia.




    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id