Wagub DKI Jelaskan Penyebab Kasus Covid-19 Masih Tinggi

    Theofilus Ifan Sucipto - 16 Februari 2021 12:37 WIB
    Wagub DKI Jelaskan Penyebab Kasus Covid-19 Masih Tinggi
    Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Dok. Instagram Ahmad Riza Patria



    Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) menjelaskan penyebab kasus covid-19 di Ibu Kota masih terus tinggi. Salah satunya ialah mobilitas yang tinggi di Jakarta.

    “Jakarta sebagai tempat interaksi yang tinggi dapat menimbulkan kerumunan dan akibatnya penularan covid-19,” kata Ariza dalam Instagram resminya seperti dikutip Medcom,id, Selasa, 16 Februari 2021.






    Ariza mengatakan DKI merupakan pusat berbisnis, berdagang, dan pemerintahan. Kementerian, partai politik, dan sejumlah organisasi juga berpusat di Jakarta.

    “Sebagai Ibu Kota, dia tertinggi interaksinya dan mobilitasnya tinggi karena orang dari dalam dan luar negeri ke Jakarta, dari Aceh sampai Papua transit di Jakarta,” papar dia.

    Ariza mengeklaim Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah berupaya maksimal dalam menangani covid-19. Salah satunya memasifkan tracing, testing, dan treatment (3T).

    “Kalau kita mau mengurangi covid di atas kertas, tidak usah ada testing. Langsung nol kasus padahal faktanya ada. Tapi kan kami transparan,” terang politikus Partai Gerindra itu.

    Ariza mengatakan kecepatan penularan yang tak sebanding dengan penambahan fasilitas kesehatan juga membuat kasus covid-19 terus tinggi. Pemprov DKI pun terus menambah rumah sakit, tempat tidur, hingga tenaga kesehatan untuk menangani pasien covid-19.

    “Virusnya tidak mudah diredam karena penyebarannya cepat. Namun demikian kita upayakan fasilitas kesehatan ditambah,” tutur Ariza.

    Baca: Bertambah 1.879, Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Jadi 317.432

    Menurut Ariza, keberhasilan pemerintah daerah mengendalikan covid-19 tak bisa hanya diukur melalui lonjakan kasus. Tingginya angka kesembuhan dan rendahnya kasus kematian juga menjadi indikator keberhasilan.

    “Angka kesembuhan (di DKI) tinggi 90 persen, angka kematian 1,6 persen. Itu artinya dapat dikendalikan,” tegas dia.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id