Pemkot Tangsel Hapus Denda PBB

Media Indonesia - 14 Juni 2018 08:42 wib
Ilustrasi. Foto: Antara/ Andika Wahyu.
Ilustrasi. Foto: Antara/ Andika Wahyu.

Tangerang: Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) mengeluarkan kebijakan populis dengan memberi keringanan dan penghapusan denda pajak bumi dan bangunan. Kebijakan itu diberikan kepada wajib pajak yang memiliki tunggakan tahun 2017 ke bawah.

Pemerintah setempat lewat Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus berusaha meningkatkan kesadaran wajib pajak.

"Istilahnya bukan pemutihan, tapi penghapusan denda PBB (pajak bumi dan bangunan)," terang Kepala Bapenda Kota Tangsel, Dadang Sofyan, dikutip dari Media Indonesia, Kamis, 14 Juni 2018

Selain untuk meningkatkan kesadaran, Dadang berharap langkah tersebut dapat mendorong kontribusi positif pendapatan asli daerah (PAD) khususnya dari sektor pajak. Wajib pajak yang terutang periode 2014-2017 cukup membayar pokok pajak ditambah 50% dari jumlah denda.

"Baru setelah terpenuhinya kewajiban itu, wajib pajak hanya bayar pokok pajak, sedangkan untuk tahun 2013 dan sebelumnya, denda dihapus 100%," urainya.

Dengan begitu, wajib pajak dapat memanfaatkan pembebasan denda keterlambatan pembayaran yang dibebankan sebesar 2% per bulan untuk jangka waktu paling lama 24 bulan sejak terhitung tanggal jatuh tempo tahun pajak pembayaran.

Baca: Warga Miskin di Kota Bandung Bakal Bebas Bayar PBB

Ditambahkan, kemudahan pembayaran pajak di Kota Tangsel terus dipermudah. Caranya cukup datang ke bank tempat pembayaran yang ditunjuk dengan membawa surat pemberitahuan pajak terhutang pajak bumi dan bangunan (SPPT PBB) atau menunjukkan nomor objek pajak (NOP) PBB.

Untuk informasi tagihan PBB, masyarakat Tangsel dapat mengakses aplikasi INFO PBB dengan mengunduhnya melalui PlayStore pada aplikasi Android. Cukup masukkan nomor objek pajak (NOP) dan tahun pajak PBB, informasi tagihan akan tertera.

Selain itu, informasi tagihan PBB juga dapat diakses melalui SMS gateway dengan cara mengetikkan NOP dan mengirimkan SMS ke nomor 081210101070.

 


(FZN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.