Dari Gereja Setan Sampai Si Cecep

    Wanda Indana - 07 April 2014 15:44 WIB
    Dari Gereja Setan Sampai Si Cecep
    ilustrasi:dailymail
    medcom.id, Jakarta:  Malam pada 2 April 2014, rumah Cecep Solihin sedang dipadati sekitar 40 orang. Saat itulah, polisi menggrebek Rumah di Jalan Cinta Asih Kelurahan Samoja, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung  tersebut. Polisi menangkap Cecep karena dianggap menyebarkan ajaran sesat.

    Sebelum Cecep, macam-macam aliran dan orang yang mengaku nabi muncul di Indonesia.  Mereka juga bernasib sama dengan Cecep; harus berurusan dengan hukum karena dianggap melakukan penistaan agama dan dicap "sesat". Berikut di antaranya yang menyita perhatian:

    1. Gereja setan (Satanic Church)
    Gereja Setan (GS) pertama kali didirikan pada 30 April 1966 oleh Anton Szandor LaVey di San Fransisco, California, Amerika Serikat. LaVey sendiri adalah Pendeta tertinggi di gereja itu sampai ia meninggal pada 1997. Selepas peninggalan LaVey, ajaran-ajaran GS disebarkan oleh sebuah perkumpulan yang juga merangkap sebagai badan pengurus GS yang disebut “the order of the trapezouid.”

    Pengikut GS sangat aktif menyebarkan pemahaman mereka melalui film-film, musik dan majalah yang semuanya berhubungan dengan Sanatisme, yakni segala hal yang berbau mistis untuk pemujaan setan, occultisme, pergaulan bebas, asusila, sembah berhala, dan lain-lain.
     
    Indonesia juga tidak lepas dari infiltrasi GS. Mereka menjaring pengikut di  kota-kota besar seperti Manado, Surabaya, Jakarta dan Bandung. Pada era 1980-an di Indonesia sempat dihebohkan dengan menjalarnya ajaran yang masuk dengan nama Children of God.

    Komedian, Mongol, juga mengaku pernah ikut sekte itu. "Dulu aku ikut satu komunitas namanya Church of Satan di satu link yang namanya Lucifer Circle," ungkap mongol  dalam sebuah kesaksian.  

    2.  Sekte Hari Kiamat
    Pendeta Mangapin Sibuea memimpin sekte Hari Kiamat yang markasnya dipusatkan di Jalan Siliwangi Baleendah Bandung. Mangapin menyebutnya sebagai Pondok Nabi.

    Sibuea berhasil mengumpulkan 282 pengikut yang ia himpun sejak 1999. Umumnya mereka berasal dari luar pulau Jawa, seperti Maluku, Manado, Flores dan Papua. Sibuea juga mengangkat 12 rasul dan 30 nabi untuk menyebarkan ajaran sekte Hari Kiamat.

    Yang menghebohkan, ia mengklaim mendapat wahyu dari Yesus Kristus pada 1988 dan menyebarkan keyakinannya bahwa kiamat akan tejadi pada 10 November 2003. Menurut dia tempat yang dipilih Yesus untuk pengangkatan roh dan jasad bagi umat terpilih adalah Baleendah. Sibuea dan pengikutnya menyambut hari pengangkatan dengan berpuasa.

    Aparat polisi akhirnya menciduk Sibuea dan para rasulnya. Aparat juga mengevakuasi para pengikut dan memulangkannya ketempat asal atau keluarganya. 6 April 2004, Sibuea divonis dua tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Bale Bandung.

    Hari kiamat tidak terjadi pada saat yang ditunggu-tunggu. Mangapin pun berujar bahwa 10 November itu hanya awal dari proses kiamat. Akhir proses itu jatuh pada 10 Mei 2007.

    3. Lia Eden
    Lia Aminuddin atau juga dikenal sebagai Lia Eden adalah wanita yang memimpin komunitas Eden. Ia lahir pada 21 Agustus 1947 di Surabaya, Jawa Timur. Tahun 1997 ia mengaku menerima wahyu dari Malaikat Jibril. Setahun kemudian tahun 1998, ia medeklarasikan dirinya sebagai Imam Mahdi yang diangkat langsung oleh malaikat Jibril. Kemudian dia mendaulat anaknya, Ahmad Mukti sebagai Nabi Isa.  

    Dalam ajarannya, kelompok Eden tak memiliki kegiatan ibadah khusus, mereka hanya melakukan doa dan memanjatkan puji-pujian kepada Tuhan.

    Bila bunda (sapaan Lia oleh pengikutnya) mendapatkan wahyu dari malaikat Jibril, maka semua jamaah berkumpul bersama-sama di suatu tempat dan mendengarkan wahyu yang disebut sebagai risalah. Tahun 2005, Lia digiring ke meja pengadilan, dan  26 Januari 2006 PN Jakarta Pusat menjatuhinya vonis hukuman 2 tahun penjara.  Pada 2009, ia juga harus berurusan dengan hukum. Lia Eden kembali dipenjara dan dibebaskan 15 April 2011.

    4. Al-Qiyadah Al-Islamiyah
    Al-Qiyadah Al-Islamiyah adalah sebuah perkumpulan yang di pimpin oleh Ahmad Moshaddeq yang melandaskan diri pada Al-Qur'an. Jamaah ini memiliki tujuan untuk menegakkan kembali Kerajaan Allah sesuai dengan pedoman yang terdapat pada Al-Quran.

    Ahmad Moshaddeq mengaku dirinya sebagai nabi akhir zaman dan mengganti Syahadat Rasul menjadi "wa asyhadu anna al-Masih al-maw’ud rasulullah" yang artinya “dan aku bersaksi bahwa al-Masih yang dijanjikan adalah rasul Allah”.

    Ia berpendapat bahwa ajaran Al-Quran telah disimpangkan sepanjang sejarah. pada 4 Oktober 2007 jamaah ini dianggap sesat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), karena tidak bersesuaian dengan rukun dan iman Islam. Al-Qiyadah dianggap melakukan sinkretisme agama. Tahun 2008 Moshaddeq dijebloskan ke penjara dengan empat tahun masa kurungan.

    5. Baha’i dan Rohman Syah
    Ajaran Baha’i ditemukan di sejumlah daerah, seperti Tulungagung, Blitar dan bahkan Bandung. Baha’i meyakini Gunung Carmel di Israel sebagai kiblat. Ajaran yang menyebar dari Israel ini hanya menganjurkan salat satu kali sehari. Gerakannya pun berbeda dengan ritual umat Islam.

    Kehadiran ajaran yang dianggap nyeleneh ini telah meresahkan warga sekitar. Tetapi Majelis Ulama Indonesia (MUI) kesulitan untuk melabel sesat ajaran ini, karena mereka tidak menyebut-nyebut sebagai bagian Islam. Baha'i adalah agama baru.

    6. Rudi Chairuddin
    Rudi ditangkap Polsek Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara pada Juni 2013 karena mengaku sebagai rasul. Pria tamatan SMP, yang berusia 36 tahun itu ditemani Burhanuddin untuk menyebarkan ajarannya.

    Udin mengaku menjadi rasul sejak 2007, dan menganut Islam Kaffah. Dia beriman pada Al-Quran tetapi tidak menolak hadist Rasul Muhammad SAW.

    Dalam pemeriksaan polisi, Udin menyatakan ajarannya tidak mengharamkan anjing. Alasannya, Al-Quran hanya melarang umat Islam mengkonsumsi darah, bangkai dan babi. Bacaan salatnya bisa menggunakan bahasa Indonesia dan tidak membatasi poligami. Dia juga mengubah kalimat sahadat. Ia dianggap meresahkan karena menyebarkan ajarannya melalui selembaran.

    7.Cecep Solihin
    Mengaku sebagai nabi, dia mengajarkan sikap anti NKRI, dan memprediksi kiamat akan datang pada Mei 2014. Polisi pun menggrebek rumahnya di Jalan Cinta Asih Kelurahan Samoja, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung pada 2 April 2014. Namun Cecep segera mengakui dirinya bertobat. Ia pun lolos dari jeratan pasal penistaan agama.

    (FIT)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id