comscore

Serikat Pekerja Perlu Jadi Syarat Verifikasi Perusahaan Media

Cindy - 01 Mei 2019 12:24 WIB
Serikat Pekerja Perlu Jadi Syarat Verifikasi Perusahaan Media
Serikat Pekerja Lintas Media (SPLM) Jakarta, dan Federasi Serikat Pekerja Media Independen (FSPMI) menggelar aksi di depan Gedung Dewan Pers, Jakarta. Foto: Cindy/Medcom
Jakarta: Dewan Pers didesak menjadikan serikat pekerja sebagai syarat verifikasi perusahaan media. Bahkan menjadi syarat utama.

Tuntutan itu disampaikan para buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Lintas Media (SPLM) Jakarta, dan Federasi Serikat Pekerja Media Independen (FSPMI) di depan Gedung Dewan Pers, Jakarta.
"Mendesak Dewan Pers untuk menjadikan poin serikat pekerja dalam verifikasi perusahaan media sebagai syarat utama verifikasi," kata Ketua FSPMI, Sasmito Madrim, Rabu, 1 Mei 2019. 

Sasmito mengatakan serikat pekerja selama ini masuk proses verifikasi perusahaan media Namun, Dewan Pers belum menjadikan syarat utama untuk meloloskan perusahaan media. 

Berdasarkan catatan Dewan Pers, terdapat 210 media berdomisili di Jakarta. Rinciannya, 84 media terverifikasi faktual dan administrasi, satu media terverifikasi faktual, dan 125 media terverifikasi administrasi. 

Sementara itu, jumlah perusahaan media di Indonesia mencapai 1.512 perusahaan. Namun, Sasmito menilai jumlah tersebut jauh dari fakta di lapangan. 

"Dewan Pers memperkirakan, setidaknya ada 47 ribu media di seluruh Indonesia, yang 43 ribu di antaranya merupakan media online," ucap dia.

Dosen Asian Studies dari Australian National University (ANU) Ross Tapsell baru merilis riset terbaru tentang delapan konglomerat media di Indonesia. Riset itu pun dituangkan ke dalam buku berjudul 'Kuasa Media di Indonesia'.

Delapan kelompok media tersebut ialah Kompas Gramedia milik Jakoeb Oetama, Jawa Pos milik Dahlan Iskan, Global Mediacom milik Hary Tanoesoedibjo, Visi Media Asia milik Bakrie Group, Media Group milik Surya Paloh, CT Corp milik Chairul Tanjung, EMTEK milik Eddy Kusnadi Sariaatmadja, dan Berita satu Media Holding milik Keluarga Riady.

"Dari catatan kami, hanya Kompas Gramedia dan Global Mediacom yang pekerjanya memiliki serikat pekerja di Jakarta. Sementara, enam kelompok media raksasa lainnya tidak memiliki serikat pekerja," terang dia. 

Serikat pekerja di Kompas Gramedia ada di Harian Kompas (Perkumpulan Karyawan Kompas) dan Tabloid Kontan. Adapula serikat pekerja di MNC TV dan I-news yakni SKIB. 

"Kelompok Jawa Pos sebenarnya memiliki serikat, yakni di Pontianak Post dan PON TV. Namun, media Jawa Pos yang di Jakarta justru tidak memiliki serikat pekerja," ujar dia. 

SPLM Jakarta dan FSPMI mencatat total ada 12 serikat pekerja media di Jakarta. Serikat tersebut antara lain berada di Tempo, KBR, Bisnis, Swa, Hukum Online, Tirto, dan Antara. Kemudian, dua serikat di luar perusahaan yaitu SPLM Jakarta dan Sindikasi. 

"Jumlah tersebut tentu sangat jauh jika dibandingkan dengan perusahaan media di Jakarta yang terdata di Dewan Pers. Belum lagi, jika dijumlahkan dengan perusahaan-perusahaan media yang tidak terdaftar di Dewan Pers," ujar dia.


(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id