Anies Disebut Ciut Nyali Relokasi Permukiman Kumuh

    Theofilus Ifan Sucipto - 20 Juni 2019 12:16 WIB
    Anies Disebut Ciut Nyali Relokasi Permukiman Kumuh
    Ilustrasi kampung kumuh - MI/Ramdani.
    Jakarta: Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti Nirwono Joga mengungkapkan sebanyak 44 persen kelurahan di Jakarta masih terdapat permukiman kumuh. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diminta segera membereskan masalah itu. 

    "Gubernur sekarang tidak berani merelokasi permukiman kumuh," kata Nirwono kepada Medcom.id, Kamis, 20 Juni 2019. 

    Nirnowo mengungkapkan laporan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dari total 267 kelurahan di Ibu Kota, 188 kelurahan di antaranya adalah permukiman kumuh. Itu artinya 44 persen kelurahan merupakan permukiman kumuh. 

    Dia mengatakan relokasi adalah salah satu cara meminimalisir permukiman kumuh di Jakarta. Nirwono menyayangkan program Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yaitu hunian DP 0 persen solusi rumah warga (Samawa) tidak jelas kelanjutannya.

    (Baca juga: Warga Ungkap Cara Anies dan Ahok Tangani Waduk Pluit)

    Pemprov DKI, kata Nirwono, seharusnya memiliki rencana induk pemenuhan perumahan warga. Selain itu, detail informasi lain perlu diperjelas seperti jumlah unit yang dibangun, lokasi, hingga harga.

    "Termasuk (apakah ditujukan) bagi warga yang terdampak relokasi," ujar dia. 

    Pemprov DKI, kata dia, sebetulnya bisa mulai bergerak dengan merelokasi 7 ribu kepala keluarga yang bermukim di bantaran Waduk Pluit, Jakarta Utara. Ini penting agar proses normalisasi Waduk Pluit dapat berjalan maksimal.
     
    Pemprov DKI harus menuntaskan permukiman kumuh yang berada di sekitar Waduk Pluit. Pasalnya, sampah di Waduk Pluit kebanyakan dari permukiman liar tersebut. "Hal itu mempercepat terjadinya pengendapan dan pendangkalan waduk serta pencemaran air," tandas dia. 
     



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id