'Kelamin' Otopet Listrik Masih Dipertanyakan

    Candra Yuri Nuralam - 14 November 2019 07:32 WIB
    'Kelamin' Otopet Listrik Masih Dipertanyakan
    Sejumlah warga menggunakan skuter listrik GrabWheels di Kawasan FX Sudirman, Jakarta Pusat. Foto: MI/Adi Maulana Ibrahim
    Jakarta: Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyebut pemerintah masih menggodok aturan sebagai payung hukum keberadaan otopet listrik. Salah satu yang dibahas soal 'kelamin' dari kendaraan listrik tersebut.

    "Nanti dikategorikan apa nih, kalau kendaraan bermotor kan memang harus diregistrasikan berdasarkan undang-undang," kata Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum (Kasubdit Gakkum) Ditlantas Kompol Fahri Siregar di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 13 November 2019.

    Menurut dia, otopet listrik harus mempunyai surat kendaraan jika masuk kategori sepeda motor. Surat itu juga harus dibawa pengendara saat mengaspal di jalanan, selayaknya mengendarai sepeda motor atau mobil.

    Sementara itu, jika tidak termasuk sebagai sepeda motor, otopet listrik tidak boleh digunakan di jalan raya. Otopet listrik hanya boleh digunakan di jalur-jalur tertentu saja.

    "Kita lihat fenomenanya otopet listrik ini digunakan di jalan raya, kita akan koordinasi apakah bisa tidak dibatasi operasionalnya," ujar Fahri.

    Pembahasan masalah penggolongan otopet listrik ini menjadi kewenangan Korps Lalu Lintas (Korlantas) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Kedua pihak masih menyatukan suara untuk menentukan nasib otopet listrik.

    Di sisi lain, kepolisian dan Kementerian Perhubungan ingin adanya peraturan standar keamanan untuk otopet listrik. Setidaknya, kata Fahri, pemasangan lampu kendaraan harus memadai agar tidak membahayakan kendaraan lainnya.

    Polisi juga mengimbah pengendara otopet listrik menggunakan pelindung yang memadai. Minimal, helm harus diwajibkan bagi pengendara otopet listrik.

    Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sedang berencana membuat regulasi untuk mengatur pergerakan skuter listrik. Otopet listrik akan dimasukkan ke dalam kendaraan bermotor ramah lingkungan. 
     
    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo masih menimbang boleh atau tidak otopet menggunakan jalur sepeda. Pemprov masih merumuskan masalah ini. 

    "Karena dia kecil dan mirip sepeda. Kita perlu pejalan kaki, kemudian pesepeda, baru kendaraan bermotor lain," kata Syafrin, Minggu, 13 Oktober 2019.
     
    Syafrin menargetkan regulasi otopet kelar tahun ini. Dishub bakal berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga terkait pembangunan sarana dan prasarana.
     
    "Dinas Bina Marga itu membangun trotoar di dalamnya itu kita minta untuk disiapkan. Begitu ini ditingkatkan menjadi dedicated lajurnya, maka dia bisa berbagi. Saya bisa bangun double cab, kemudian Bina Marga masuk untuk membangun," kata Syafrin. 





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id