Masih Fluktuatif, Angka Hunian RSDC Wisma Atlet Kemayoran 26%

    Antara - 03 Mei 2021 00:49 WIB
    Masih Fluktuatif, Angka Hunian RSDC Wisma Atlet Kemayoran 26%
    RSD Wisma Atlet Jakarta. Foto: MI/Vicky Gustiawan



    Jakarta: Koordinator Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Mayjen Tugas Ratmono, mengatakan angka hunian pasien saat ini mencapai 26 persen. Ada 1.559 orang yang dirawat di RSDC Wisma Atlet Kemayoran. 

    "Dengan kapasitas 5.994 tempat tidur," kata Mayjen Tugas dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu, 2 Mei 2021.






    Mayjen Tugas mengingatkan agar protokol kesehatan terus diterapkan sehingga angka infeksi covid-19 tidak kembali naik. Dia menilai angka infeksi covid-19 masih fluktuatif. 

    Dari data sebelumnya, jika lengah menerapkan protokol kesehatan seperti saat libur bersama, infeksi covid-19 kembali naik. Selain itu, angka hunian di RSDC Wisma Atlet Kemayoran selalu berkorelasi dengan data-data infeksi covid-19 di DKI Jakarta dan nasional.

    Baca: Tanah Abang Ramai, Polisi Minta Publik Cari Lokasi Belanja Alternatif

    "Jika di DKI dan nasional naik maka pasien di sini juga naik, demikian juga sebaliknya,” ujar Kepala Pusat Kesehatan TNI itu.

    Tugas menegaskan angka hunian 26 persen itu bukan angka terendah sejak rumah sakit dibuka untuk publik. Pada 12 April 2021, angka hunian RSDC Wisma Atlet Kemayoran berkisar di angka 20 persen dengan jumlah pasien 1.244 orang.

    “Saat ini ada sedikit kenaikan, kita berharap tidak kembali naik,” harap Mayjen Tugas.

    Angka hunian di RSDC Wisma Atlet Kemayoran mencapai angka tertinggi pada 27 September 2020 dengan 5.080 pasein dan 5.036 pasien di 24 Januari 2021. Tugas menyatakan penurunan angka hunian itu sebagai keberhasilan masyarakat dalam memerangi covid-19. 

    “Kuncinya utamanya tetap disiplin protokol kesehatan,” ujar Mayjen Tugas.

    Dia menyebut vaksinasi covid-19 menjadi salah satu upaya untuk memutus mata rantai virus korona. Namun, vaksinasi bukan satu-satunya cara karena tidak akan membuat seseorang kebal sepenuhnya.

    “Vaksinasi itu sangat penting. Seseorang yang divaksin jika dia terinfeksi covid-19 dampaknya akan ringan karena sudah ada mekanisme pertahanan tubuh yang dipicu vaksin. Vaksinasi harus terus diiringi disiplin protokol kesehatan,” jelas Tugas.

    Tugas menyerukan agar penerapan disiplin prokes tidak mengendur meski program vaksinasi terus berjalan. Disiplin protokol kesehatan harus ditegakkan sampai pemerintah menyatakan pandemi covid-19 telah usai. 

    Vaksin untuk Indonesia


    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id