comscore

Lestari Moerdijat: Masalah Stunting Pengaruhi Ketahanan Bangsa

Nia Deviyana - 06 April 2022 19:21 WIB
Lestari Moerdijat: Masalah Stunting Pengaruhi Ketahanan Bangsa
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie). Dok. Istimewa
Jakarta: Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan stunting menjadi salah satu masalah yang harus segera ditangani di Indonesia. Data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyebutkan angka prevalensi stunting sebesar 24,4 persen.

Menurut Rerie, sapaannya, masalah stunting bukan soal kesehatan, tetapi juga mempengaruhi ketahanan bangsa. Dia mendesak pengentasan stunting tidak hanya menetapkan angka-angka, tetapi direalisasikan dalam berbagai langkah untuk mewujudkan target tersebut.
"Bagaimana generasi penerus yang kekurangan gizi bisa mempertahankan kedaulatan negeri ini?" ujarnya saat membuka diskusi daring bertema 'Mengantisipasi Generasi yang Hilang Akibat Stunting' Rabu, 6 April 2022.

Baca: Pengentasan Stunting Terkendala Pandemi Covid-19

Pada kesempatan yang sama, Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan, Erna Mulati, mengungkapkan Indonesia mengalami double burden terkait kekurangan gizi, baik secara mikro maupun makro nutrisi. Erna menilai ancaman stunting semakin besar pascabalita mendapat makanan tambahan.

Erna mengungkapkan Kemenkes telah melakukan upaya untuk mencegah stunting. Salah satunya intervensi gizi sebelum kelahiran dan setelah bayi lahir.

Intervensi sebelum kelahiran, jelas Erna, ditujukan kepada remaja putri dan Ibu hamil melalui pemberian tablet tambah darah dan tambahan asupan gizi. Sedangkan intervensi gizi setelah kelahiran, melalui pemberian ASI eksklusif dan makanan pelengkap ASI.

Baca: Jokowi Bakal Tagih Hasil Penanganan Stunting NTT pada 2024

Sasaran intervensi gizi saat ini tercatat 12 juta remaja putri dan 4,8 juta Ibu hamil.

Ketua Komisi IX DPR, Felly Estelita Runtuwene, mengungkapkan upaya mengatasi stunting merupakan hal yang penting. Sebab, dampak stunting dapat menekan PDB sebesar 3 persen per tahun.

Felly mengatakan Indonesia perlu belajar dari Peru yang mampu menekan angka stunting sebesar 14 persen dalam 8 tahun. Upaya serius dan program spesifik, terutama  pada 1.000 hari pertama kehidupan bayi, harus terus digencarkan.

"Sangat diperlukan program spesifik yang punya daya angkat, sehingga harus ada konvergensi antar sektor untuk mewujudkan Indonesia dengan pravelensi stunting yang lebih baik," kata dia.

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id