comscore

Holywings Masih Mungkin Buka Kembali, Ini Syaratnya

Antara - 28 Juni 2022 23:06 WIB
Holywings Masih Mungkin Buka Kembali, Ini Syaratnya
Holywings. Foto: IG Holywings.
Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan tempat hiburan malam Holywings masih memungkinkan untuk buka kembali setelah izinnya dicabut. Asal, sejumlah persyaratan yang ditetapkan dipenuhi.

"Sejauh persyaratan izin-izinnya dapat dipenuhi sesuai dengan aturan ketentuan, ya siapa saja yang punya usaha diperbolehkan," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Selasa, 28 Juni 2022.
Riza mengingatkan agar usaha yang berjenis kafe, restoran, atau bar lebih berhati-hati mengenai kreasi inovatifnya. Jangan sampai kreasi justru menimbulkan keresahan masyarakat.

"Konten kreatif dan inovatif itu baik dan perlu, namun tolong dipahami jangan sampai menimbulkan masalah SARA, atau menimbulkan perpecahan dan sebagainya dapat menimbulkan konflik," ucap Riza.

Riza berharap kasus Holywings menjadi pelajaran bagi semua pihak, baik itu restoran, kafe ataupun bar. Ada kemungkinan banyak kafe lain tidak memiliki izin jual minuman keras (miras) atau lain sebagainya.

"Kami minta semuanya harus memperhatikan syarat-syarat. Jangan dianggap enteng, jangan diabaikan aturan dan ketentuan kita semua ingin menegakkan aturan untuk kepentingan warga Jakarta," tutur Riza.
 

Baca: 36 Outlet Ditutup, GM: Holywings Tumbang 


Pemprov DKI Jakarta mencabut izin usaha 12 unit usaha Holywings di Jakarta karena menyalahi izin menjual minuman beralkohol. Selain itu, kuat desakan dari masyarakat karena Holywings mengadakan promosi minuman beralkohol berbau SARA. 

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Andhika Permata menjelaskan  tim gabungan telah turun ke lapangan. Ternyata, menemukan sejumlah pelanggaran yang menjadi dasar untuk merekomendasikan pencabutan izin.

Pertama, beberapa outlet Holywings Group yang berada di wilayah DKI Jakarta terbukti belum memiliki sertifikat standar Klasifikasi Baku Lingkungan Indonesia (KBLI) 56301 jenis usaha bar yang telah terverifikasi. Sertifikat ini harus dimiliki operasional usaha bar yakni sebuah usaha yang kegiatannya menghidangkan minuman beralkohol dan nonalkohol serta makanan kecil untuk umum di tempat usahanya.

Holywings Group juga ternyata melanggar beberapa ketentuan. Pelaku usaha hanya memiliki Surat Keterangan Pengecer (SKP) KBLI 47221 untuk pengecer minuman beralkohol. Artinya, penjualan minuman beralkohol hanya diperbolehkan untuk dibawa pulang dan tidak diminum di tempat.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan Holywings Group melakukan penjualan minuman beralkohol untuk minum di tempat. Secara legalitas, seharusnya memiliki Surat Keterangan Penjual Langsung (SKPL) golongan B dan C dengan PB- UMKU KBLI 56301.

"Dari tujuh outlet memiliki Surat Keterangan Pengecer (SKP) KBLI 47221, bahkan ada lima outlet lainnya tidak memiliki surat tersebut," tutur Elisabeth.

Rekomendasi dari dua OPD tersebut menjadi dasar bagi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu untuk selanjutnya diajukan ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Dengan demikian, seluruh izin usaha dari 12 outlet dari Holywings Group dapat dicabut.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id