Noda Hitam Proyek Revitalisasi Monas

    Renatha Swasty - 05 Februari 2020 18:39 WIB
    Noda Hitam Proyek Revitalisasi Monas
    Revitalisasi kawasan Monas. Foto: Medcom.id/Sri Yanti Nainggolan
    Jakarta: Revitalisasi kawasan Monas, Jakarta Pusat jadi perbincangan akhir-akhir ini. Keinginan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mempercantik ikon Ibu Kota itu terganjal sejumlah hal. 

    Revitalisasi berjalan tak sesuai aturan. Namun, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memilih menutup mata. 

    Akhirnya, revitalisasi dihentikan sementara. Revitalisasi boleh berlanjut setelah mendapat persetujuan dari Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka. 

    Berikut sejumlah hal yang mengganjal revitalisasi Monas: 

    1. Puluhan Pohon Ditebang

    Lini masa heboh dengan gambar-gambar penampakan kawasan Monas, Jakarta Pusat gundul. Pohon-pohon hijau rindang ditebang. 

    Pemprov DKI mengaku penebangan 80 pohon buat revitalisasi. Kawasan selatan Monas bakal dibangun plaza. 

    Penebangan disayangkan sejumlah pihak. Pohon-pohon itu mestinya bisa menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Ibu Kota. 

    Pemerintah daerah berjanji pohon-pohon itu bakal ditanam kembali. Bahkan dengan jumlah lebih banyak

    Sekretaris DKI Jakarta Saefullah memastikan revitalisasi Monas sesuai aturan. Desain baru hasil sayembara mengacu Keputusan Presiden Nomor 25 Tahun 1995 tentang Pembangunan Kawasan Medan Merdeka di Wilayah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.
     
    "Dalam Kepres RTH 53 persen. Turunan Kepres ada Peraturan Gubernur, RTH jadi 56 persen. Hasil sayembara, RTH jadi 64 persen, jadi naik," kata Saefullah di Balai Kota, Jakarta, Kamis, 30 Desember 2020.

    2. Kontraktor Dicurigai  

    PT Bahana Prima Nusantara (BPN) memenangkan proyek revitalisasi Monas senilai Rp71,3 milliar. Mulanya, tak ada yang begitu memperhatikan perusahaan ini. 

    Belakangan, anggota DPRD DKI, Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) William Aditya Sarana curiga dengan lokasi kantor PT BPN. Pemenang tender puluhan miliar itu berkantor di permukiman. 

    Direktur Utama PT Bahana Prima Nusantara Muhidin Shaleh mengaku pihaknya menyewa virtual office di Jalan Nusa Indah Nomor 33, Ciracas, Jakarta Timur. Sejak perusahaan berdiri operasional kantor seluruhnya dikerjakan di sana.

    Muhidin mempersilakan pihak-pihak yang masih ragu dengan pemenang kontraktor revitalisasi Monas itu buat mengecek ke instansi terkait. Dia memastikan PT Bahana Prima Nusantara berizin.
     
    "Dari segala macam legalitas itu lewat izin sesuai dengan instansi terkait," kata Muhidin. 

    Noda Hitam Proyek Revitalisasi Monas
    Monas sebelum dan sesudah revitalisasi. Foto: ANT/Aprillio Akbar 
     

    3. Revitalisasi Tak Berizin 

    Ribut-ribut revitalisasi Monas sampai ke telinga pemerintah pusat. Ketua Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka sekaligus Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyebut revitalisasi belum mengantongi izin. Padahal, revitalisasi Monas mesti izin. 

    Hal ini diatur Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 25 Tahun 1995 tentang Pembangunan Kawasan Medan Merdeka di Wilayah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.

    "Dan memang belum pernah ada pengajuan izin," kata Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Setya Utama saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, 22 Januari 2020.
     
    Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mengaku lalai mengurus administrasi revitalisasi Monas. Surat pengajuan revitalisasi mestinya dikirim ke Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka sebelum proyek dimulai.
     
    "Mungkin ada kelalaian di antara semuanya ini," kata Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis, 30 Januari 2020.

    4. Revitalisasi Diberhentikan Sementara 

    Pratikno membuat keputusan tegas pada revitalisasi Monas. Dia meminta revitalisasi diberhentikan sementara

    Dia ingin proyek revitalisasi sesuai aturan. Proyek mesti persetujuan komisi pengarah. 

    DPRD DKI Jakarta dan Pemprov DKI Jakarta sepakat menghentikan sementara proyek revitalisasi Monas. Keputusan diambil setelah rapat pimpinan gabungan (rapimgab) dan peninjauan langsung ke Monas, Selasa, 27 Januari 2020.
     
    "Hari ini kami meminta kepada eksekutif untuk merekomendasikan dihentikan sementara selama surat dari Kementerian Sekretariat Negara (Kemensesneg) belum ada," ujar Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa, 28 Januari 2020.

    5. Proyek Revitalisasi Kembali Ditanam Pohon 

    Pemprov DKI Jakarta seakan ingin menutup proyek revitalisasi Monas yang diberhentikan sementara. Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata) DKI Jakarta menanam kembali pohon-pohon di sekitar proyek. 

    Pohon jenis pule dipilih untuk menutupi proyek belum rampung itu. Pohon dibawa pada Minggu, 2 Febrauri 2020. 

    Noda Hitam Proyek Revitalisasi Monas
    Pohon-pohon kembali ditanam di proyek revitalisasi Monas. Foto: ANT/Dhemas Reviyanto



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id