2.151 Jenazah di DKI Dimakamkan dengan Protap Covid-19

    Siti Yona Hukmana - 19 Mei 2020 16:05 WIB
    2.151 Jenazah di DKI Dimakamkan dengan Protap Covid-19
    Petugas pemakaman menurunkan peti jenazah pasien covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Senin, 30 Maret 2020. Foto: Antara/Muhammad Adimaja
    Jakarta: Dua ribu orang dimakamkan dengan prosedur tetap (protap) virus korona (covid-19) di DKI Jakarta. Angka itu berdasarkan data Dinas Pertamanan dan Hutan Kota dari Jumat, 6 Maret 2020, hingga Minggu, 17 Mei 2020. 

    "Totalnya sudah 2.151 pemulasaraan dan pemakaman jenazah dengan kategori penyakit menular dan dengan protap covid-19," kata Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, dalam diskusi daring Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), Selasa, 19 Mei 2020. 

    Menurut dia, data ini lebih besar dari angka kematian akibat covid-19 akibat virus korona ingga Senin, 18 Mei 2020, yang mencapai 483 orang. Dia menyebut jenazah ikut dimakamkan sesuai protap covid-19 karena korban meninggal sebelum sempat dites. Ada pula korban sudah dites, tetapi meninggal sebelum hasil keluar. 
     
    "Pemakaman protap covid-19 ini tidak diinisiasi oleh Pemprov (Pemerintah Provinsi) DKI, tapi diminta langsung oleh pihak rumah sakit, mungkin telah mengidentifikasi bahwa ciri-ciri pada saat meninggal adalah pneumonia sehingga mereka minta untuk dilakukan pemakaman protokol covid-19," ungkap Syafrin.

    Syafrin menyebut ada peningkatan angka kematian di Ibu Kota. Rata-rata 2.700 orang meninggal pada Januari hingga Februari 2020. Peningkatan signifikan terjadi pada Maret hingga April 2020 dengan total pemakaman 4.377.

    "Ada penambahan sekitar 700 orang dari rata-rata yang terjadi pada bulan sebelumnya. Ini korelasinya positif dengan adanya pandemi covid-19 di Jakarta," imbuh dia.

    2.151 Jenazah di DKI Dimakamkan dengan Protap Covid-19

    Baca: Dua PMKS dari GOR Ciracas Meninggal di RS

    Syafrin menyebut kondisi ini membuat DKI Jakarta berada di urutan ke-4 dalam kategori tingkat kematian akibat covid-19 di seluruh dunia. Rasio kematian mencapai 8,06 persen.

    "Ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dan sekarang oleh pemerintah sudah diperbaiki, misal jumlah rumah sakit rujukan sudah ditingkatkan sehingga otomatis meningkatkan jumlah pelayanan untuk pasien covid-19 di setiap rumah sakit," ujar Syafrin.

    Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id