Kenaikan Gaji DPRD DKI Membebani Rakyat

    Medcom - 29 November 2020 17:25 WIB
    Kenaikan Gaji DPRD DKI Membebani Rakyat
    Direktur Centre For Budget Analysis Uchok Sky Khadafi. Foto: MI/Rommy.
    Jakarta: Anggota DPRD DKI Jakarta diminta tidak bernafsu minta naik gaji dan tunjangan. Sebab, Jakarta masih membutuhkan banyak anggaran untuk penanggulangan covid-19.
     
    Direktur Eksekutif Center For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mengatakan, anggota legislatif seharusnya tidak buru-buru menaikkan Rancangan Kerja Tahunan (RKT).
     
    "DPRD jangan terlalu nafsu minta naik pendapatan. Saat pandemi sekarang ini transaksi ekonomi lagi anjlok. Butuh banyak anggaran buat menghadapi wabah ini,” kata Uchok, Minggu, 29 November 2020.
     
    Dia menilai, menaikkan gaji anggota dewan akan memberatkan rakyat. Uchok menyarankan agar rencana tersebut ditunda.
     
    "UMP (upah minimum provinsi) saja tidak semua naik. Memaksa pendapatan naik setinggi-tingginya sama saja memaksa rakyat untuk bisa bayar pajak tinggi. DPRD itu wakil rakyat, jadi jangan memaksa rakyat yang sedang sulit ekonomi untuk memenuhi tujangan dan gaji DPRD melalui pajak," kata Uchok.
     
    Seperti diketahui, gaji dan tunjangan anggota DPRD DKI Jakarta melonjak dari Rp129 juta menjadi Rp173.249.250 per bulan. Angka itu terungkap dari Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) yang disepakati DPRD dan Pemprov DKI.
     
    Anggota DPRD DKI dari Fraksi PSI Eneng Malianasari mengungkapkan, anggaran penunjang kegiatan anggota DPRD DKI dalam rancangan APBD DKI Jakarta tahun 2021 sebesar Rp888,68 miliar.
     
    Dia menyebut kenaikan anggaran tersebut untuk tunjangan rencana kerja anggota DPRD, mulai dari reses, kunjungan kerja, sosialisasi perda (peraturan daerah) dan raperda (rancangan peraturan daerah), hingga sosialisasi kebangsaan.
     
    "Anggaran Rp888,68 miliar untuk kegiatan 106 anggota Dewan. Sementara itu, jutaan rakyat di luar sana mengalami kesulitan ekonomi akibat pandemi covid-19. Tidak elok rasanya jika besaran kenaikan anggaran sedemikian besar, makanya kami menolak ini," kata Eneng.
     
    Total anggaran yang diajukan untuk tahun 2021 mencapai Rp 8.383.791.000 per anggota DPRD. Secara keseluruhan 106 anggota, maka anggota legislatif menghabiskan Rp 888.681.846.000 dalam setahun hanya untuk kegiatan DPRD DKI.

    (FZN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id