Pergantian SKPD DKI Dinilai Ganggu Kinerja

    M Sholahadhin Azhar - 06 Juli 2018 11:35 WIB
    Pergantian SKPD DKI Dinilai Ganggu Kinerja
    Ilustrasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyapa petugas kebersihan saat berkeliling di Kantor Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (17/10). MI/ARYA MANGGALA.
    Jakarta: Pergantian Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) DKI Jakarta dikritisi. Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta, Gembong Warsono melihat pergantian SKPD ini membuat kinerja SKPD tak maksimal.

    "Memang ketika pergantian ini tidak sekaligus, mengakibatkan kinerja yang tidak maksimal dari SKPD yang belum tergantikan," kata Gembong ketika dihubungi, Jumat, 6 Juli 2018.

    Misalnya, kata Gembong, posisi Kepala Dinas Bina Marga yang belum diganti, atau jabatan lainnya. Gembong menilai mereka diliputi rasa was-was. Sebab nasibnya belum pasti.

    Hal ini dinilai berpengaruh pada kinerja, terutama penyerapan anggaran. "Maka itu akan berakibat soal penyerapan anggaran ke depan," ungkap Gembong.

    Agar tak menambah rasa was-was, Gembong menyebut Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan harus fokus. Artinya, Anies perlu meyakinkan para Kadis yang masih menempati posisi masing-masing.

    "Supaya mereka tetap fokus bekerja menjalankan tugas-tugas gubernur dan melaksanakan program prioritas gubernur. Misalnya, bilang lah kamu fokus bekerja, berikan guidance itu jadi siapa pun tetap fokus bekerja," jelas Gembong.

    Jangan Jadi Preseden Buruk

    Gembong mengingatkan agar para SKPD yang telah dilantik, termasuk Walikota administratif bisa mengoptimalkan penyerapan.

    "Maka saya berharap betul SKPD yang diganti hari ini betul-betul fokus, konsentrasi betul bagaimana melakukan percepatan dari program-program SKPD yang sudah direncanakan tahun sebelumnya," beber Gembong.

    Gembong mengingatkan, saat ini penyerapan sangat minim. Sudah setengah tahun namun penyerapan di bawah 30 persen. Para SKPD baru harus menyadari hal itu.

    Gembong berharap para SKPD tidak terlalu lama beradaptasi dan langsung melakukan kerja nyata menyerap anggaran. "Karena penyerapan betul-betul ditunggu rakyat Jakarta. Rakyat Jakarta menunggu betul pembangunan oleh Pak Anies-Sandi. Kalau penyerapan rendah akan membuat kekecewaan warga Jakarta," pungkas Gembong.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id