Pemprov DKI Tunda Operasi Pasar Murah

    Cindy - 23 Maret 2020 08:10 WIB
    Pemprov DKI Tunda Operasi Pasar Murah
    Ilustrasi warga mengantre untuk membeli beras dan gula pasir saat operasi pasar murah. Antara/Zabur Karuru
    Jakarta: Pemprov DKI Jakarta menunda operasi pasar murah yang rencananya berlangsung di lima wilayah kota administrasi, Senin, 23 Maret hingga Selasa, 24 Maret 2020. Kebijakan itu terpaksa diambil untuk mencegah penyebaran virus korona (covid-19) saat operasi berlangsung.

    "Operasi pasar murah telah berlangsung sejak Rabu, 18 Maret 2020 yang berjalan aman dan lancar. Namun, pada hari kelima (Minggu, 22 Maret 2020) terkendala karena antusiasme warga yang berakibat tidak menjaga jarak aman (social distancing)," ucap Plt Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, di Jakarta, Senin, 23 Maret 2020.

    Penundaan operasi pasar tersebut terjadi di sepuluh lokasi meliputi Pasar Pal Meriam Jakarta Timur, Pasar Cidodol Jakarta Selatan, Kantor Kecamatan Tanah Abang Jakarta Pusat, Pasar Pademangan Barat Jakarta Utara, Pasar Tambora Jakarta Pusat. Kemudian Pasar Pondok Bambu Jakarta Timur, Pasar Bukit Duri Jakarta Selatan, Pasar Gondangdia Jakarta Pusat , Pasar Tugu Jakarta Pusat, dan Pasar Slipi Jakarta Barat.

    Baca: Anies Diminta Siapkan Operasi Pasar Antisipasi Lonjakan Harga

    Operasi pasar ini menerjunkan petugas PPKUKM berkolaborasi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog), Sugar Corporations, dan Pasar Jaya. Namun, masyarakat tetap tidak mengindahkan imbauan menjaga jarak aman satu meter pada saat antre.

    "Kami akan terus lakukan evaluasi terkait hal ini," kata Ratu.

    Pelaksaan operasi pasar murah akan dijalankan sesuai protokol kesehatan yang dianjurkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pemerintah pusat dan Pemprov DKI akan memastikan setiap warga yang datang menggunakan masker dan menjaga jarak satu meter antar warga.

    "Harapannya, masyarakat tetap aman dan terjamin untuk mendapatkan kebutuhan pangan (beras, minyak, dan gula) yang mulai langka di tengah wabah covid-19," ujar Ratu.

    Baca: Panic Buying Berawal dari Lingkungan

    Data per Minggu, 22 Maret 2020, kasus positif covid-19 bertambah 64 orang pasien menjadi 514 kasus. Pasien diperbolehkan pulang dan dinyatakan sembuh berjumlah 29 orang. Sebanyak 48 pasien dinyatakan meninggal karena covid-19



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id