Tebalik Kopi Didenda Rp50 Juta Imbas Pelanggaran Berulang

    Antara - 16 September 2020 07:31 WIB
    Tebalik Kopi Didenda Rp50 Juta Imbas Pelanggaran Berulang
    Garis larangan melintas Satpol PP DKI Jakarta terpasang di Kafe Tebalik Kopi, Jakarta, Minggu, 6 September 2020. Foto: Antara/Puspa Perwitasari
    Jakarta: Kafe Tebalik Kopi didenda Rp50 juta akibat pelanggaran ketentuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Sanksi yang harus dibayar melambung dari seharusnya hanya Rp25 juta akibat denda progresif.

    "Karena sudah pernah ditindak, lalu melanggar lagi," ujar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Arifin di Balai Kota Jakarta, Selasa, 15 September 2020. 

    Menurut dia, Tebalik Kopi juga dikenakan sanksi penutupan karena belum tidak memiliki izin usaha. Kondisi ini baru diketahui ketika Satpol PP memeriksa izin usahanya. Arifin membeberkan selama izin belum dimiliki, Tebalik Kopi tidak boleh beroperasi. 

    "Kedua (sanksi) itu melekat kepada yang bersangkutan terhadap sanksi yang dikenakan karena memang perizinannya tidak ada. Kemudian juga melakukan pengulangan terhadap pelanggarannya, konsekuensinya sanksi itu dikenakan," jelas dia.

    Denda progresif diatur Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 79 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Aturan ini membuat hukuman pelanggar protokol kesehatan terus memberat jika mengulangi kesalahan.

    Sementara itu, Arifin pernah meluapkan kemarahannya saat menginspeksi mendadak Kafe Tebalik Kopi di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Arifin geram pengelola restoran tidak memedulikan protokol pencegahan virus korona. 

    Baca: Pelanggar Protokol Kesehatan Tak Akan Diampuni

    Arifin mengatakan Kafe Tebalik Kopi sudah ditutup sementara selama 1x24 jam, Kamis malam, 3 September 2020, oleh Gubernur Anies Baswedan. Namun esoknya, Jumat, 4 September 2020, mereka tetap buka tanpa ada iktikad baik memperbaiki protokol covid-19.

    Dia tambah dibuat kesal karena pengelola melepaskan tanda tutup sementara yang dipasang Satpol PP DKI. Video kemarahannya sempat ditayangkan di akun Instagram @satpolpp.dki.

    (OGI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id