PAM Jaya Dianjurkan Setop Swastanisasi

    M Sholahadhin Azhar - 20 Maret 2018 14:38 WIB
    PAM Jaya Dianjurkan Setop Swastanisasi
    ilustrasi Metrotvnews.com
    Jakarta: PAM Jaya hanya sanggup memasok separuh dari kebutuhan air bersih di Ibu Kota. Untuk bisa memenuhi seluruh permintaan, Pemprov DKI diminta menghentikan swastanisasi PAM Jaya.

    "Harusnya dihentikan karena swastanisasi hanya mengelola yang sudah ada. Sementara pembangunan untuk menambah pasokan air enggak ada," kata Anggota Komisi D DPRD DKI Pandapotan Sinaga kepada Medcom.id, Selasa, 20 Maret 2018.
    Menurutnya, PAM Jaya bisa memenuhi kebutuhan air jika bekerja sama dengan kota-kota tetangga terus dilakukan. Yang terjadi saat ini hanya perpanjangan izin dengan kota penyuplai air baku.

    "Harusnya memenuhi, permasalahannya swastanisasi pembangunan kurang. Harusnya kerja sama pengadaan air bisa dimaksimalkan," imbuh Pandapotan.

    Baca: Gedung Tinggi Sedot Separuh Distribusi Air PAM

    Ia menuding perusahaan swasta yang menjadi operator PAM Jaya hanya meraup keuntungan. Tidak ada penambahan kapasitas atau investasi terkait hal itu. 

    Pandapotan menawarkan solusi, yakni memanfaatkan waduk di Jakarta atau di luar Jakarta untuk mengakomodasi penyediaan air.

    Baca: Carut-Marut Pengelolaan Air Limbah Gedung Tinggi

    PAM Jaya atau pengelola swasta lain bisa memproses air dari waduk sehingga layak digunakan. "Kalau enggak bisa diminum ya diproses, digunakan untuk yang lain. Kenapa enggak diarahkan ke sana," tandasnya.

    Sebanyak 97 persen sumber air baku di Ibu Kota berasal dari luar Jakarta. Mayoritas sebanyak 81 persen berasal dari Jatiluhur sementara 15 persen sisanya didatangkan dari Tangerang.

    Ada dua pengelola swasta di bawah naungan PAM Jaya, yakni PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dari Perancis yang bertanggung jawab di sisi barat Jakarta. Dan Aetra yang mengelola air di timur Ibu Kota.



    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id