Anies: Perkantoran Klaster Baru Covid-19 Bakal Ditutup

    Cindy - 30 Juli 2020 19:53 WIB
    Anies: Perkantoran Klaster Baru Covid-19 Bakal Ditutup
    Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, saat penerapan PSBB, Jumat, 10 April 2020. Foto: Antara/Sigid Kurniawan
    Jakarta: Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI dan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI bekerja sama menemukan kasus positif covid-19 (virus korona) di perkantoran. Kantor yang menjadi klaster baru penularan bakal ditutup.

    "Ini langkah yang kita lakukan untuk mengendalikan penularan tempat kerja," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis, 30 Juli 2020.

    Namun, Anies tak menyebut berapa lama penutupan tempat kerja yang menjadi klaster baru tersebut. Dia hanya mengingatkan tempat usaha yang diizinkan beroperasi untuk menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

    Mereka wajib menerapkan pembatasan karyawan masuk hanya 50 persen kapasitas serta pemberlakukan sif kerja secara bergantian. Pemeriksaan suhu tubuh hingga wajib menggunakan masker harus digalakkan.    

    "DKI akan terus mengetatkan pengawasan setiap usaha dan aktivitas publik di Jakarta. Ini akan kami umumkan resmi di situs kita tentang pelanggaran-pelanggaran usaha yang terjadi dan penindakannya," ujar Anies.

    Dia mengimbau perusahaan mengalokasikan waktu 5-10 menit setiap pagi untuk menyampaikan arahan kepada para pegawai tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan. Hal ini diperlukan agar protokol kesehatan menjadi budaya yang diterapkan di perkantoran.

    "Ini bukti agar tempat kerja peduli, kalau tidak peduli konsekuensi potensi penularan terjadi maka harus ada penutupan dan semua rugi," papar Anies.  

    Anies memutuskan kembali memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. Kebijakan pencegahan virus korona ini masuk fase III hingga 14 hari ke depan.

    "Kita perpanjang (PSBB transisi) untuk ketiga kalinya sampai (Kamis) 13 Agustus 2020," kata Anies.  

    Baca: Pemprov DKI Didesak Mempertegas Sanksi PSBB Transisi

    Keputusan itu diambil melihat dari sejumlah faktor. Salah satunya, persentase angka positif (positivity rate) Jakarta berada di 6,5 persen.

    Positivity rate tersebut melebihi standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar lima persen. Selain itu, kasus baru positif covid-19 (korona) di Jakarta masih relatif sama dengan dua minggu sebelumnya.  



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id