Pelanggar PSBB Bisa Dibui dan Denda Rp100 Juta

    Cindy - 09 April 2020 23:20 WIB
    Pelanggar PSBB Bisa Dibui dan Denda Rp100 Juta
    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Medcom.id
    Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan pelanggar Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tentang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dapat dibui. Masyarakat diminta mematuhi aturan untuk memutus rantai penyebaran virus korona (covid-19).

    "Di dalam pasal 27 (pergub) pelanggaran PSBB dikenakan sanksi sesuai ketentuan perundang-undangan termasuk sanksi pidana," kata Anies saat konferensi pers di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis, 9 April 2020.

    Ketentuan tersebut merujuk pada Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan. Para pelanggar dapat dikenakan sanksi pidana penjara paling lama satu tahun dan/atau denda paling banyak Rp100 juta.

    "Pidana ringan bila berulang bisa menjadi lebih berat," ucap mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal bekerja sama dengan aparat penegak hukum TNI-Polri untuk memastikan seluruh ketentuan dalam Pergub terlaksana dengan baik. Pergub tentang pelaksanaan PSBB itu berlaku mulai pukul 00.00 WIB, Jumat, 10 April hingga Kamis, 23 April 2020.

    Pergub memuat seluruh ketentuan terkait kegiatan di Ibu Kota. Baik kegiatan perekonomian, sosial, budaya, keagamaan dan pendidikan.

    Tertuang di dalamnya soal delapan sektor yang masih diperbolehkan beraktivitas mulai dari sektor kesehatan, pangan, makanan dan minuman, energi, komunikasi, jasa dan media komunikasi. Kemudian sektor keuangan dan perbankan termasuk pasar modal, sektor kegiatan logistik dan distribusi barang, keseharian retail seperti warung, toko kelontong hingga sektor industri strategis.

    Baca: Penegakan Aturan PSBB di Jakut Mulai Efektif Senin

    Pergub juga mengatur pembatasan orang dan barang. Masyarakat dilarang berkegiatan menggunakan kendaraan umum dan pribadi bila bukan untuk membeli kebutuhan pokok atau bekerja di delapan sektor di atas.

    Bila mendesak, jumlah penumpang kendaraan umum tidak boleh melebihi 50 persen jumlah penumpang pada umumnya. Kendaraan pribadi juga dibatasi tidak lebih dari 50 persen kapasitas penumpang. Hal serupa juga berlaku untuk kendaraan roda dua yang hanya diperbolehkan mengangkut barang.

    "Prinsipnya, seluruh masyarakat Jakarta selama dua minggu ke depan, diharapkan berada di rumah dan mengurangi bahkan meniadakan kegiatan di luar. Tujuannya memotong mata rantai penularan covid-19," tegas Anies.



    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id