Peras Bos Klinik Ilegal, Anggota TNI Ringkus Polisi

    Mulvi Muhammad Noor - 25 Maret 2016 20:04 WIB
    Peras Bos Klinik Ilegal, Anggota TNI Ringkus Polisi
    Ilustrasi/MI
    medcom.id, Bogor: Belum usai penanganan Bripka MTI yang menjadi bandar narkoba, oknum anggota Polres Bogor kembali berulah. Sebanyak dua oknum anggota Polres Bogor diamankan karena diduga memeras bos klinik berinisial AS, yang membuka praktik pengobatan di Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor.

    Informasi yang diperoleh Metrotvnews.com, inisial kedua oknum berpangkat brigadir ini adalah HK (anggota Polsek Leuwiliang) dan Brigadir AN (anggota Polsek Rancabungur).

    Kronologi pengungkapan bermula saat HK dan AN menanyakan izin praktik klinik pengobatan milik AS yang diduga ilegal, Rabu, 23 Maret. AS tidak bisa menunjukkan izin praktik dan mengajak damai dengan menjanjikan uang Rp15 juta.

    Dinilai terlalu kecil, AN meminta "uang damai" yang lebih tinggi yakni Rp30 juta. Nilai tersebut kemudian disepakati kedua belah pihak melalui dua termin pembayaran, dengan uang muka Rp12 juta.

    Keesekoan harinya, Kamis, 24 Maret, AS mengajak empat anggota TNI menemui Brigadir HK untuk memberikan uang. Saat bertemu, HK langsung diamankan anggota TNI di Jalan Raya Parung di depan RS Dhuafa dan sempat dibawa ke Koramil Parung sebelum dijemput Kapolsek Parung.

    Sementara AN diamankan anggota Propam ketika menunggu anaknya yang sakit di RS Marzuki Mahdi, Kota Bogor, Kamis malam.

    Komandan Rayon Militer Parung, Kapten Inf Chusnun Anwarudin, mengatakan kasus ini sudah ditangani Polres Bogor. "Sudah dibawa ke Polres Bogor karena kami tidak berwenang menangkap dan menangani proses hukumnnya," kata Chusnun saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Jumat (25/3/2016).

    Dikonfirmasi terpisah, Kepala Kepolisian Resor Polres Bogor Ajun Komisaris Besar Polisi Suyudi Ario Seto mengatakan kasus tersebut sedang ditangani unit Propam.

    "Sementara kami selidiki dulu, sedang kami dalami. Termasuk kliniknya juga. Informasinya praktik pengobatan itu tidak berizin," kata Suyudi.

    Jika terbukti memeras, Suyudi memastikan kedua anggota polisi itu diberikan sanksi tegas. "Kami tidak akan melindungi oknum-oknum brengsek. Kalau memang terbukti, akan kami proses," kata dia.



    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id