Kualitas Menurun, PT PALYJA Beli Air ke Aetra

    Nur Azizah - 25 Agustus 2019 14:27 WIB
    Kualitas Menurun, PT PALYJA Beli Air ke Aetra
    Petugas melakukan pemeriksaan di Instalasi Produksi Air PT PAM Lyonnasise Jaya (Palyja) Pejompongan, Jakarta, Rabu (13/2/2019). ANT/Rivan Awal Lingga.
    Jakarta: PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA) mengklaim masih memiliki persediaan air bersih. Namun, PT PALYJA tak menampik adanya penurunan kualitas sumber air baku dari Kali Krukut.

    "Ini dikarenakan karena musim kemarau dan mengakibatkan penurunan debit produksi Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Cilandak," kata Corporate Communications and Social Responsibilities Division Head PT PALYJA Lydia Astriningworo di Jakarta, Minggu, 25 Agustus 2019.

    Lydia mengatakan PALYJA membeli air bersih dari Aetra sebesar 100 liter per second (LPS). Hingga saat ini, sumber air baku yang diolah PALYJA bersumber dari Kanal Tarum Barat.

    Air dari Tarum Barat berasal dari Waduk Jatiluhur yang dioperasikan Perum Jasa Tirta (PJT) II sebanyak 64,7%, Kali Krukut sebanyak 4,1%, dan Cengkareng Drain sebanyak 1,5%. Selain itu ada pula air bersih yang langsung dibeli PALYJA dari PDAM Tangerang sebanyak 29,7%.

    Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta terancam mengalami bencana kekeringan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan Jakarta berstatus awas.

    Status awas diberikan lantaran DKI telah mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) lebih dari 61 hari. Wilayah yang masuk kategori awas ini yaitu, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara.

    Baca: Kekeringan DKI Berstatus Awas

    Wilayah yang masuk kategori awas di Jakarta Pusat seperti Menteng, Gambir, Tanah Abang, dan Kemayoran. Sedangkan wilayah Jakarta Selatan seperti Tebet, Pasar Minggu, dan Setiabudi.

    Sedangkan wilayah Jakarta Timur yang masuk kategori awas yakni Halim Perdanakusuma, Pulogadung, dan Cipayung. Lalu Jakarta Utara ialah Cilincing, Tanjung Priok, Koja, Kelapa Gading, dan Penjaringan.

    Sedangkan Jakarta Barat masuk dalam kategori sedang. Beberapa diantaranya seperti Kedoya Selatan, Grogol, dan Petamburan. 

    Selain Jakarta, Provinsi Banten juga berpotensi mengalami kekeringan. Kepala Stasiun Klimatologi Tangerang Selatan Sukasno pun meminta dua provinsi itu bersiap menghadapi bencana kekeringan.

    "Data Hari Tanpa Hujan (HTH) hingga 20 Agustus 2019 menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Banten dan DKI Jakarta mengalami deret hari kering lebih dari 20 hari hingga lebih dari 60 hari," kata Sukasno.

    Sukasno menyampaikan prakiraan peluang curah hujan sangat rendah pada periode Agustus hingga September 2019. Curah hujan kurang dari 20mm/dasarian dengan peluang hingga lebih dari 90%. 

    "Kedua kondisi di atas memenuhi syarat untuk dikeluarkan peringatan dini," ujar Sukasno.




    (DRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id