Populer Nasional: Grab Bantah Inisiasi Unjuk Rasa Hingga Menhub Bagi Sembako kepada Ojol

    Yogi Bayu Aji - 24 Juli 2021 06:02 WIB
    Populer Nasional: Grab Bantah Inisiasi Unjuk Rasa Hingga Menhub Bagi Sembako kepada Ojol
    Ilustrasi: Medcom.id



    Jakarta: Grab Indonesia membantah menginisiasi unjuk rasa menolak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4. Hal itu disampaikan President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata.
     
    "Kami tegaskan bahwa Grab tidak terlibat sama sekali dalam gerakan ini," kata Ridzki melalui keterangan tertulis, Jumat, 23 Juli 2021.
     
    Dia menyampaikan logo Grab dalam surat yang disebar melalui pesan berantai dicatut pihak tak bertanggung jawab. Dia menegaskan Grab tidak pernah mendukung aksi tersebut.

    Grab Indonesia mengingatkan mitranya untuk tidak terlibat atau memprovokasi mitra lain untuk melakukan kegiatan yang dapat merusak fasilitas umum. Hal itu tercantum dalam kode etik Grab.
     
    "Atas ketentuan ini, mitra yang terlibat akan bertanggung jawab secara pribadi dan karenanya membebaskan Grab dari segala pertanggungjawaban atas setiap perbuatan yang dilakukan secara individu atau bersama-sama pihak lain," ungkap dia.
     
    Baca: Ariza Soal Demo: Harus Paham Saat Ini Pandemi

     



    Artikel terkait klarifikasi Grab menjadi berita terpopuler di Kanal Nasional Medcom.id. Berita menarik perhatian lainnya, yakni terkait revisi Peraturan Daerah (Perda) DKI Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Covid-19

    DPRD DKI Jakarta menunda rapat pembahasan perubahan revisi Perda Nomor 2 Tahun 2020. Legislator mau melihat efektivitas penerapan beleid tersebut.
     
    "Perda 2 Tahun 2020 ini kan sudah kita tetapkan berdasarkan prinsip keseimbangan antara hak dan kewajiban pemerintah dan masyarakat. Nah, itu yang kita evaluasi," kata Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta, Pantas Nainggolan, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat, 23 Juli 2021.
     
    Pantas belum mengungkap jadwal rapat berikutnya. Sedianya rapat Jumat ini membahas mengenai pasal-pasal yang akan dimasukkan pada perubahan Perda Nomor 2 Tahun 2020. Dia menilai perubahan beleid ini perlu mengedepankan prinsip yang membuat masyarakat mematuhi aturan tersebut. 

    "Kesadaran (pada aturan) bisa muncul karena orang lain sudah berbuat. Karena pemerintah sudah berbuat," ujar dia.

    Warganet juga menyoroti pembagian bantuan sembako dari Kementerian Perhubungan kepada sekitar 100 pengemudi ojek online (ojol), baik dari aplikator Grab, Gojek, dan Shopee Food. Bantuan sembako diserahkan langsung Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
     
    Budi menuturkan pandemi covid-19 selama lebih dari satu tahun memberikan dampak ke semua sektor termasuk transportasi, seperti ojek online. Namun, sektor transportasi harus tetap berjalan untuk melayani masyarakat dan distribusi logistik dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
     
    “Presiden menaruh perhatian besar pada angkutan rakyat. Dan Anda sebagai bagian dari itu telah melakukan hal yang luar biasa dengan mengantarkan berbagai kebutuhan, seperti makanan, vitamin, obat dan barang- barang penting lainnya kepada masyakarat yang harus membatasi mobilitas," kata Budi dalam keterangan tertulis, Jumat, 23 Juli 2021.

    Para pengemudi ojek online dinilai turut menggerakkan roda perekonomian di tengah situasi yang sulit. Budi menyebut pemerintah terus mempermudah sektor transportasi.

    Berita terkait PPKM darurat dan covid-19 masih terus diperbarui. Klik di sini untuk mendapatkan berita terbaru dari Kanal Nasional Medcom.id.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id