Anies Bakal Evaluasi Penanganan Banjir

    Antara - 05 Januari 2020 09:08 WIB
    Anies Bakal Evaluasi Penanganan Banjir
    Ilustrasi - Medcom.id
    Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal mengevaluasi penanganan banjir di Jakarta. Anies akan memperbaiki saluran di sejumlah tempat yang memiliki curah hujan paling tinggi.

    "Tentu di semua lokasi kita lakukan evaluasi mana yang curah hujan tinggi di situ kami siapkan lebih banyak alat-alat juga banyak sehingga kita mempercepat pengaliran genangan," kata Anies di Kampung Pulo seperti yang dikutip dari Antara, Minggu, 5 Januari 2020.

    Anies mengatakan pihaknya selalu mengontrol kinerja pompa stationer. Saat ini, ada 478 unit pompa yang tersebar di 140 lokasi.

    "Alhamdulilah pompa berfungsi dengaN baik, indikasinya kemarin ketika hujan deras luar biasa itu, 85 persen wilayah Jakarta itu aman dan jumlah curah hujannya luar biasa bertahap bisa dialirkan dan dalam dua hari tinggal 15 persen kami apresiasi sekali seluruh jajaran yang bekerja 24 jam menguras air untuk bisa kembali kering," katanya.

    Terkait pompa air yang rusak di Teluk Gong dan Gunung Sahari, Anies membantah. Ia menjelaskan bahwa pompa tak beroperasi lantaran listrik padam.

    "Jadi, sebenarnya itu bukan pompa rusak, tapi ketika itu terendam oleh air, sehingga listriknya harus dimatikan. Karena listrik mati lalu didatangkan genset. Setelah kirim genset jalan lagi. Itu kondisinya di lapangan. Pompa itu dikerjakan oleh tujuh orang dengan yang siaga, tiga orang agar bisa berfungsi 24 jam secara aman," ujarnya.

    "Kalau pun ada temuan kerusakan, akan langsung diperbaiki. Kita temukan di lapangan. Dengan kerja nonstop lalu kemudian mengalami gangguan. Begitu mengalami gangguan langsung diperbaiki," tuturnya.

    Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta pada Sabtu, 4 Januari 2019 pukul 18.00 WIB, masih ada 54 RW yang terendam banjir. Rinciannya, sebanyak tujuh RW di Jakarta Utara, Jakarta Barat 36 RW, Jakarta Selatan delapan RW dan Jakarta Timur tiga RW. 

    Total, ada 5.184 pengungsi yang tinggal di 25 lokasi pengungsian. Akibat hujan deras sejak 31 Desember 2019 malam hingga 1 Januari 2020 pagi, menyebabkan banjir di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), hingga ribuan orang harus mengungsi.



    (NUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id