• DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK : Tanggal 22 SEP 2018 terkumpul RP 20.111.547.901

Jakarta Selatan Paling Banyak Sedot Air Tanah

M Sholahadhin Azhar - 13 Maret 2018 19:09 wib
Warga mengambil air bersih dengan alat pompa air tradisional di
Warga mengambil air bersih dengan alat pompa air tradisional di Dukuh Pinggir, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Foto: MI/Galih Pradipta.

Jakarta: Amrta Institute menyebut pemakaian air tanah terbesar berada di Jakarta Selatan. Kondisi di sana berbeda jauh dengan kota administrasi lain di Ibu Kota.

"Data yang kami punya, pengambilan air tanah terbanyak di Jakarta Selatan," kata Peneliti Amrta Institute Nila Ardhianie kepada Medcom.id, Selasa, 13 Maret 2018. 

Menurut dia, pemakaian air tanah di Jakarta Selatan sebanyak 55,1 persen dari total kebutuhan 1.279.346.900 meter kubik di Jakarta. Pemakai air tanah terbanyak kedua adalah Jakarta Timur dengan volume 16 persen. Sementara itu, pengunaan air tanah di Jakarta Pusat 15,3 persen, Jakarta Barat 8,8 persen, dan Jakarta Utara 4,8 persen. 

Dia menyebut biasanya pelaku memiliki sumur dan menggunakan air tanpa surat izin pengambilan air tanah (SIPA). Mereka memanfaatkan air tanah tanpa izin dan tertutup.

Ada pula pelaku yang memiliki SIPA, tetapi mengeksploitasi air tanah. Artinya, pengambilan air tak sesuai atau melebihi batas yang diperbolehkan dalam SIPA. 

Modus lain, kata dia, seperti hotel Sari Pan Pacific yang izinnya sudah habis, tetapi tetap menyedot air tanah. Pencurian biasanya juga memanipulasi alat meter air tanah. 

Adapula pelaku yang mendirikan pipa di luar jangkauan alat ukur, atau memodifikasi meteran. Terakhir, kegiatan ilegal itu terjadi dengan sepengetahuan petugas.

Baca: Pemprov DKI Bakal Adakan Proyek SPAM

"Bekerja sama dengan petugas pencatat meter untuk merendahkan angka pemakaian," jelas Nila.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI kini menyoroti penggunaan air tanah di gedung-gedung di Jakarta Pusat. Nila mengapresiasi niat Gubernur Anies Baswedan. 

Menurut dia, hal ini merupakan langkah awal yang bagus dan kepedulian konkret pada kondisi lingkungan Ibu Kota. Namun, sidak juga harus diperluas ke depan.

"Artinya harus menyeluruh, sebaiknya setelah ini (Jakarta Pusat) ke wilayah lain juga," imbuh Nila.



(OGI)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.