Data Objek Pajak DKI Tak Sesuai Fakta

    Nur Azizah - 26 April 2019 11:28 WIB
    Data Objek Pajak DKI Tak Sesuai Fakta
    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla
    Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak menampik bila data objek pajak di DKI tak sesuai fakta. Lantaran itu, Anies berniat melakukan fiskal kadaster untuk mendata ulang objek-objek pajak di Ibu Kota.

    "Saat ini, informasi yang kita miliki banyak yang tidak update. Para wajib pajak juga merasakan ketika terima surat tagihan ukuran bangunan dan tanahnya belum tentu mencerminkan kenyataan di lapangan. Nah, karena itu yang kita lakukan fiskal kadaster," kata Anies di Kantor Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD), Jakarta Pusat, Jumat, 26 April 2019.

    Tak hanya itu, data setiap dinas pun berbeda-beda. Antara BPRD dengan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang berbeda. "Data kita misalnya dari BPRD angkanya X, di data Cipta Karya Y, lalu di Dinas Kependudukan angkanya Z, itu terjadi," ungkap dia.

    Mantan Mendikbud ini berharap, fiskal kadaster bisa memberikan informasi yang lengkap dan akurat. Nantinya, fiskal kadaster akan digunakan untuk menyusun kebijakan pajak agar lebih baik.

    Penyusunan fiskal kadaster baru dimulai di empat kecamatan, yakni Kecamatan Tanah Abang, Cilandak, Kebayoran Baru, dan Penjaringan. Pendataan ini melibatkan sebanyak 721 petugas.

    "Mudah-mudahan dengan informasi ini nantinya kita akan bisa menyusun kebijakan pajak jadi lebih baik. Pajak itu harus akurat informasinya," kata Anies.

    Anies pun meminta masyarakat untuk memberikan informasi yang benar pada petugas terkait kepemilikan objek pajak. Dengan begitu, data-data yang dihasilkan akurat dan sesuai kenyataan.



    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id