Realisasi Perekonomian DKI Triwulan II-2020 Minus 8,22%

    Theofilus Ifan Sucipto - 03 November 2020 14:26 WIB
    Realisasi Perekonomian DKI Triwulan II-2020 Minus 8,22%
    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
    Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan realisasi perekonomian DKI di triwulan II-2020 masih minus. Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) membuat daya beli masyarakat turun.

    “Realisasi perekonomian Jakarta di triwulan II kontraksi sebesar minus 8,22 persen,” kata Anies di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Rabu, 3 November 2020.

    Anies mengatakan pertumbuhan ekonomi di Ibu Kota melambat akibat turunnya konsumsi rumah tangga dan investasi. Salah satunya, disebabkan PSBB.

    Pelaksanaan PSBB membuat aktivitas masyarakat dibatasi. Sehingga terjadi penurunan pendapatan dan kemampuan membayar upah.

    (Baca: Ekonomi Jakarta Minus 8,22%, Terendah dalam 10 Tahun Terakhir)

    “Berlanjut pada pemutusan hubungan kerja dan menyebabkan penurunan daya beli masyarakat,” ujar dia.

    Anies mengungkapkan realisasi pendapatan daerah DKI mencapai 23,88 persen hingga Juni 2020. Angka itu setara dengan 29,04 persen dari rencana pendapatan sebesar Rp82,19 triliun.

    Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menuturkan anggaran pendapatan dan belanja daerah penyesuaian (APBD-P) sebesar Rp63,23 triliun. Angka itu lebih kecil dari anggaran APBD 2020 awal sebesar Rp87,95 triliun.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id