Penanggung Jawab Longsor di Jagakarsa Belum Jelas

    Hilda Julaika - 18 Oktober 2020 03:11 WIB
    Penanggung Jawab Longsor di Jagakarsa Belum Jelas
    Longsor di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Foto: Antara/Reno Esnir
    Jakarta: Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan baru menuntaskan pemasangan dolken di lereng-lereng sungai untuk menghindari longsor saat hujan turun di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pemasangan dolken itu dilakukan karena belum jelas penanggung jawab dari musibah longsor dan banjir di kawasan tersebut.

    "Kami pasangnya (dolken) tiga lapis di bagian atas, tengah, dan bawah. Kalau nanti sudah jelas siapa yang bertanggung jawab kami bisa kerjakan sesuai tupoksi," kata Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Selatan Mustajab saat dikonfirmasi, Sabtu, 17 Oktober 2020.

    Berdasarkan proses investigasi, terang dia, belum dapat dipastikan pihak yang harus bertanggung jawab. Kendalanya, pihak pengembang belum memberikan keterangan dan solusi secara jelas. Pengembang merupakan perseorangan bukan perusahaan.

    "Pemilik rumah yang rumahnya paling menggantung dengan sungai itu juga belum pernah ketemu dengan pengembangnya. Kan aneh ini jadinya," ujar Mustajab.

    Mustajab menjelaskan ketidakjelasan tersebut lantaran status rumah merupakan Kredit Perumahan Rakyat (KPR). Rumah tersebut masih diurus pihak perbankan sehingga proses pengurusan asuransinya tidak bisa cepat.

    "Jadi rumah itu karena di KPR-kan masih urusan sama bank dan asuransinya seperti apa. Kalau menunggu itukan lama namanya mengurusi asuransi kan enggak secepat yang kita inginkan. Itu yang kita dilema sebagai Sudin SDA atau wakil pemerintah yang menangani masalah airnya," ungkapnya.

    Baca: Pemprov Investigasi Bangunan Terkait Longsor di Jagakarsa

    Sudin SDA melakukan pengelaan air menggunakan lahan warga untuk sementara waktu agar tidak longsor dan banjir. Rumah warga yang tertimpa saat musibah untuk sementara dimanfaatkan sebagai saluran pengela.

    "Fungsi pengela untuk mengalirkan air karena air ke saluran eksistingnya tertimbun longsoran. Kalau dolken itu yang untuk menutupi lereng, saya tidak jamin. Karena hanya sifatnya sebenarnya benar-benar semi permanen. Sangat darurat hanya nahan. Sehingga harus menunggu kejelasan penanggung jawab longsor tersebut," jelasnya.

    Mustajab mengatakan persoalan pengembang diurus Dinas Cipta Karya, Tata Ruang Dan Pertanahan (Dinas Citata) DKI. Media Indonesia sudah coba meminta kejelasan dari Dinas Citata, namun belum mendapatkan respons hingga berita ini ditayangkan.

    (AZF)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id