Kesalahan Fatal PSBB Total

    Medcom - 15 September 2020 11:32 WIB
    Kesalahan Fatal PSBB Total
    Tangkapan layar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mengumumkan DKI Jakarta PSBB lagi. Foto: Youtube Pemprov DKI Jakarta
    Jakarta: Istilah pembatasan sosial berskala besar PSBB total (PSBB total) melambung tak lama setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan Jakarta akan memberlakukan kembali pengetatan PSBB. Istilah itu diramaikan oleh media online tak lama setelah Anies mengumumkan pengetatan PSBB pada Rabu, 9 September lalu.

    PSBB total atau lebih tepatnya pengetatan PSBB diberlakukan kembali oleh Anies karena DKI ingin mengendalikan penambahan kasus covid-19. Anies berharap PSBB jilid II yang diberlakukan pada 14 hingga 25 September ini efektif menekan penyebaran virus korona.

    Lantas, kenapa sekonyong-konyong banyak media menggunakan istilah PSBB total? Penganalisis media sosial, Drone Emprit, mencoba menjelaskannya melalui data yang diunggah di laman Twitter, Ismail Fahmi, founder Drone Emprit.
    Kesalahan Fatal PSBB Total
    Tren penggunaan istilah PSBB Total. Sumber: Drone Emprit
     

    Dipopulerkan oleh CNN Indonesia

    Drone Emprit mencatat istilah PSBB total pertama kali digaungkan oleh CNN Indonesia pada Rabu, 9 September 2020 pukul 19:58 WIB. Istilah ini lantas diikuti CNBC Indonesia (20:06) dan hampir sebagian besar media online, tak terkecuali Medcom.id.

    "Artikel dari CNN Indonesia ini menggunakan istilah "PSBB Total" dalam judulnya. Namun, tidak ada satu pun dalam body berita pernyataan baik langsung maupun tidak langsung yang menggunakan istilah ini," demikian cuit akun @ismailfahmi.

    Catatan Drone Emprit, ada enam media paling banyak menggunakan istilah PSBB total. Keenam media itu adalah CNBC Indonesia, CNN Indonesia, Republika Online, Detik.com, Antaranews, dan Warta Ekonomi.
    Kesalahan Fatal PSBB Total
    Berita online terbanyak menggunakan istilah 'PSBB total'. Sumber: Drone Emprit
     

    Didengungkan influencer

    Drone Emprit juga memotret pendengung atau influencer yang paling banyak memopulerkan frasa PSBB total. Tercatat ada lima influencers yang paling sering, yakni @CNNIndonesia dengan 11.109 engagements, diikuti @kleponwajik (1.614 engagements), @kabarpolitik (1.273 engagements), @eko_kuntadhi (1.032 engagements), dan @tubirfess (986 engagements).

    Pengamatan Drone Emprit, total ada 60 influencers di Twitter yang memopulerkan frasa ini. "Narasi yang paling banyak di-retweet adalah dari @CNNIndonesia," kata Ismail.
    Kesalahan Fatal PSBB Total
    Influencer terbanyak yang memopulerkan istilah PSBB Total. Sumber: Drone Emprit
     

    Bermula dari kegusaran Doni Monardo

    Istilah PSBB Total sempat membuat gusar Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Doni Monardo. Menurutnya, media salah kaprah menggunakan istilah itu. Apalagi Anies Baswedan tak pernah menggunakan istilah itu saat mengumumkan kembali pengetatan PSBB pada 9 September maupun pada pidato keduanya pada 13 September lalu.

    "Saya mohon bantuan teman-teman, terutama kawan media. Pak Anies tidak pernah menyebutkan PSBB total," kata Doni melalui streaming YouTube BNPB Indonesia, Minggu, 13 September 2020.

    Baca: Anies Butuh Pengantar 15 Menit Sampai pada Keputusan PSBB Lagi

    Dalam pidato pada 9 September Anies hanya menyebutkan, "kita akan menarik rem darurat. Kita terpaksa kembali menerapkan PSBB seperti masa awal pandemi. Bukan PSBB transisi, tapi PSBB sebagaimana masa dulu. Ini rem darurat yang kita tarik." Istilah 'rem darurat' ini merujuk pada janjinya saat mengumumkan PSBB transisi atau pelonggaran PSBB pada 5 Juli lalu.

    Saat itu, Anies tak segan-segan memberlakukan PSBB lagi atau dalam istilahnya 'menarik rem darurat' jika sewaktu-waktu pengendalian wabah covid-19 tak terkendali. Media online lantas menerjemahkan penarikan kembali rem darurat itu dengan istilah 'PSBB Total'.

    "Sebuah pemberitaan yang pertama muncul dari sebuah media ternyata dengan sangat cepat bisa direplikasi oleh media-media lain secara masif, tanpa ada crosscheck atas headline dan istilah yang bikin kontroversi," demikian simpulan analisis Drone Emprit dari kasus ini.

    (UWA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id