Jakarta Krisis Ruang Terbuka Hijau

    Kautsar Widya Prabowo - 09 Januari 2020 01:28 WIB
    Jakarta Krisis Ruang Terbuka Hijau
    Ilustrasi ruang terbuka hijau. Foto: MI/Pius Erlangga
    Jakarta: Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) menyebut Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jakarta tidak cukup untuk menggerus polusi udara. Sebab hanya sekitar 9,98 persen lahan di Jakarta yang dijadikan RTH.

    "Mereka gak punya proyeksi di mana penambahan lahan (RTH), cuma memanfaatkan potensi yang ada. Misalnya tadi disebutin (pinggir) rel (kereta) dan lain-lain," kata Direktur Eksekutif Walhi, Tubagus S Ahmadi di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Rabu, 8 Januari 2020. 

    Menurut dia, Ibu Kota harus memiliki RTH hingga 30 persen. Sedangkan masterplan RTH Jakarta masih belum memiliki proyeksi yang jelas terkait penambahan lahan. 

    Saat ini, dia menilai pemanfaatan lahan yang sempit hanya menghasilkan tujuan estetika. Sementara tujuan RTH untuk menyerap polutan tidak terrealisasikan. 

    Pihaknya mendesak Gubernur Jakarta Anies Baswedan bekerja cepat memenuhi kekurangan lahan RTH, sebelum masa kepimpinannya berakhir. Kesehatan masyarakat harus diutamakan dari kepentingan lain. 

    "Padahal waktu dia (Gubernur Anies) pendek banget, tinggal dua tahun lagi. Kalau dia masih tidak cepat melakukan keputusan terkait kebijakan itu (RTH), maka akan lebih parah (lingkungan Jakarta)," tuturnya.

    Lebih lanjut, keterlibatan masyarakat dalam mewujudkan RTH begitu penting. Agar tidak ada lagi dalih pemerintah sulitnya mencari lahan terbukan untuk RTH ditengah masyarakat. 

    "Alasan mereka gak ada orang yang mau jual tanah untuk kebutuhan RTH. Ya kita yakin kalau warga diajak ngobrol untuk kebutuhan RTH ini, pasti itu mereka mau," jelasnya.

    (ADN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id