2.783 STNK Terblokir Sejak Tilang Elektronik Beroperasi

    Siti Yona Hukmana - 02 Juli 2019 04:26 WIB
    2.783 STNK Terblokir Sejak Tilang Elektronik Beroperasi
    Petugas memantau CCTV di ruang control CCTV di Gedung NTMC Polri, Jakarta. Foto: MI/Arya Manggala.
    Jakarta: Sistem tilang elektronik (e-TLE) telah beroperasi sejak 1 November 2018. Selama 235 hari beroperasi hingga akhir Juni sudah 2.783 Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) terblokir. 

    "Itu dari hasil pelanggaran yang terekam sebanyak 12.542 kendaraan," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Nasir saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, 1 Juli 2019. 

    Menurut Nasir, dari 12.542 pelanggar, sudah 4.475 yang melakukan pembayaran. Kemudian, 2.831 pelanggar yang telah terkirim ke pengadilan. 

    "Pelanggar yang telah diputuskan pengadilan 4.408, pelanggar yang terblokir: 2.783, pelanggar yang tidak terblokir 78, pelanggar yang buka blokir 667 dan pelanggar yang mengulangi lagi  4 kendaraan," beber Nasir. 

    Nasir mengatakan, Electronic Traffic Law Enforcement (e-TLE) merupakan sistem penegakan hukum berbasis tehnologi informasi dengan menggunakan perangkat elektronik berupa kamera yang dpt mendeteksi pelanggaran lalu lintas. Kamera CCTV itu akan merekam data kendaraan bermotor secara otomatis atau Automatic Number Plate Recognition (ANPR).

    Ada sejumlah jenis pelanggaran yang mampu direkam oleh kamera canggih itu. Di antaranya; marka jalan, lampu merah, traffic light (TL). Kemudian pelanggaran ganjil genap, tidak menggunakan sabuk pengaman (safety belt), menggunakan handphone saat berkendara dan kecepatan maksimal 40km/jam.

    Dasarnya penegakan hukummya, yakni Undang-Undang nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Tehnologi Elektronik Pasal 5 ayat (1) dan (2). Kemudian, UU nomor 22 Tahun 2009 tntang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Pasal 249 ayat (3), Pasal 272 ayat (1) dan (2), serta Peraturan Pemerintah (PP) nomor 80 tahun 2012 tentang Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan. 

    Pelanggar rambu lalu lintas diatur dalam Pasal 287 ayat (1). Setiap pengendara yang melanggar rambu lalu lintas dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu.

    Sementara bagi pelanggar yang berkendara dengan kecepatan tinggi dengan ketentuan melebihi batas maksimal 40km/jam dikenakan Pasal 287 ayat (5). Setiap pengendara yang melanggar aturan batas kecepatan paling tinggi atau paling rendah dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu.

    Kemudian, bagi pengendara ataupun penumpang yang tidak menggunakan safety belt atau sabuk pengaman dikenakan Pasal 289. Setiap pengemudi atau penumpang yang duduk disamping pengemudi mobil tak mengenakan sabuk keselamatan dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp250 ribu.

    Selanjutnya, bagi pengendara yang menggunakan telepon genggam saat berkendara dikenakan Pasal 106 ayat (1). Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan dipidana dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp750 ribu.

    Saat ini, Ditlantas Polda Metro Jaya telah mempunyai 12 kamera tilang elektronik. Dua kamera telah diterapkan sejak 1 November 2018 lalu. Sementara 10 kamera baru saja diterapkan hari ini. 

    Dua belas kamera ini ditempat di kawasan Sudirman-Thamrin. Di antaranya, JPO MRT Senayan, JPO MRT Semanggi, JPO Kemenpar, JPO MRT Kemenpan RB, Fly Over Sudirman, Simpang Bundaran Patung Kuda, Fly Over Thamrin, Simpang Sarinah, Simpang Sarinah Starbucks, dan JPO Plaza Gajah Mada.

    Tilang elektronik ini dinilai mampu menurunkan jumlah pelanggar hingga 40 persen. Ke depan, tilang elektronik ditargerkan dapat menekan jumlah pelanggaran di atas 50 persen.



    (EKO)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id