11 Ribu Pelanggar Tertangkap Tangan Kamera Tilang

    Siti Yona Hukmana - 23 Agustus 2019 07:17 WIB
    11 Ribu Pelanggar Tertangkap Tangan Kamera Tilang
    Kamera CCTV terdapat di simpang empat patung kuda, Jalan MH Thamrin, Jakarta. Foto: MI/Pius Erlangga.
    Jakarta: Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya mencatat 11.290 pelanggar terekam kamera tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (e-TLE) dalam 52 hari dari Senin, 1 Juli sampai Rabu, 21 Agustus 2019. Mereka tertangkap tangan tiga jenis kamera pemantau.

    "Pengendara tidak mengenakan sabuk pengaman 8.150, pengendara melanggar area ganjil genap 2.436, dan pengendara menggunakan telepon genggam selama mengemudi 704," kata Wakil Direktur Lalu Lintas (Wadirlantas) Polda Metro Jaya AKBP I Made Agus Prasatya kepada Medcom.id, Jumat, 23 Agustus 2019. 

    Menurut dia, sampai saat ini, pelanggar yang telah mengonfirmasi kesalahannya mencapai 11.013 orang. Sebanyak 4.585 pelanggar telah membayar denda. Kasus yang telah dikirim ke pengadilan dan telah mendapat amar putusan dari pengadilan sebanyak 8.356 orang.

    "Data ini merupakan akumulasi jumlah pelanggar sejak e-TLE mulai beroperasi, yakni 1 November 2018 sampai 21 Agustus 2019," ungkap Agus.

    Agus menyebut pihaknya rutin mengevaluasi terhadap pelanggaran ini. Hasilnya, jumlah pelanggar menurun. Namun, ia tak merinci angka penurunannya. "Yang pasti kita melihat kesadaran berlalu lintas masyarakat tinggi. Jumlah pelanggar turun dua persen," beber Agus.

    Ditlantas Polda Metro Jaya telah menerapkan tilang elektronik sejak 1 November 2018. Mulanya, baru ada dua kamera e-TLE, kemudian ditambah 10 kamera dengan empat fitur terbaru pada Senin, 1 Juli 2019.

    Baca: Lokasi Kamera Tilang Elektronik Terdeteksi di Waze

    Jenis pelanggaran yang dapat terekam oleh e-TLE pada operasi pertama, yakni markah jalan, dan lampu merah. Empat fitur terbaru kemudian diterapkan, yakni pelanggaran ganjil genap, tidak menggunakan sabuk pengaman, menggunakan ponsel saat berkendara, dan melebihi kecepatan maksimal 40km/jam.

    Dua belas kamera ini ditempatkan di kawasan Sudirman-Thamrin. Titik ini di antaranya, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) MRT Senayan, JPO MRT Semanggi, JPO Kementerian Pariwisata (Kemenpar), JPO MRT Kemenpan RB, Flyover Sudirman, Simpang Bundaran Patung Kuda, Flyover Thamrin, Simpang Sarinah, Simpang Sarinah Starbucks, dan JPO Plaza Gajah Mada.




    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id