comscore

Melebihi Harga Pasar, Perencanaan Pembelian Mobil Damkar DKI Dianggap Buruk

Kautsar Widya Prabowo - 14 April 2021 20:45 WIB
Melebihi Harga Pasar, Perencanaan Pembelian Mobil Damkar DKI Dianggap Buruk
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono memberikan keterangan kepada media di Jakarta, Rabu, 14 April 2021. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
Jakarta: Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menilai ketidaksesuaian harga dalam pengadaan mobil pemadam kebakaran (damkar) pada 2019 disebabkan perencanaan yang tidak baik. Dia menilai kunci utama dari pembangunan ialah perencanaan. 

"Perencanaan yang baik insyaallah akan memengaruhi pelaksanaan yang baik. Pelaksanaan yang baik akan memengaruhi kualitas yang baik juga," ujar Gembong di Gedung DPRD, Jakarta, Rabu, 14 April 2021.
Menurut dia, Komisi A telah meminta Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) DKI membuat pendidikan dan pelatihan (diklat) khusus perencanaan. Gembong masih menemukan banyak satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang memiliki perencanaan buruk.

Politikus PDI Perjuangan (PDIP) itu menyebut ketidaksesuaian harga kontrak dengan harga pasaran baru ditemukan pada pengadaan mobil damkar. Namun, dia tidak menutup kemungkinan kejadian serupa terjadi pada SKPD lain.

Baca: Pemprov DKI Dinilai Ceroboh Beli Mobil Damkar Melebihi Harga Pasar

"Jangan-jangan hanya itu yang ketahuan karena sekali lagi soal perencanaan. Kita dorong kalau setiap SKPD mempunyai perencanaan yang baik insyaallah kasus seperti ini tidak terjadi," jelas dia.

Badan Pemeriksa Keungan (BPK) DKI menemukan beberapa permasalahan dalam pengadaan mobil damkar di Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkamart) DKI pada APBD 2019. Pembelian mobil itu lebih mahal Rp6,5 miliar dari harga pasar.

BPK mencatat indikasi kerugian daerah Rp6,52 miliar dihitung dari harga kontrak dengan harga riil untuk empat item berbeda. Detail harganya, antara lain submersible Rp761,67 juta, quick response Rp3,48 miliar, penanggulangan kebakaran pada sarana transportasi kebakaran pada sarana transportasi massal (robot LUF 60) Rp844,19 juta, dan material kebakaran (robot MVF-5) Rp1,43 miliar.

(OGI)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id