Pembiayaan Hotel Isolasi Mandiri DKI Dihentikan 15 Juni

    Antara - 09 Juni 2021 05:34 WIB
    Pembiayaan Hotel Isolasi Mandiri DKI Dihentikan 15 Juni
    Pasien covid-19 berada di salah satu tower di Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, di Jakarta, Jumat, 11 September 2020. Foto: Antara/Ariella Annasya



    Jakarta: Pembiayaan untuk hotel, penginapan, dan wisma lokasi isolasi mandiri covid-19 dihentikan sementara per Selasa, 15 Juni 2021. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih mengurus kelanjutan anggaran untuk fasilitas ini.

    "Tunggu anggaran, lagi diproses di Ditjen (Direktorat Jenderal) Anggaran, tapi nanti kalau keluar didukung lagi," kata pelaksana tugas (Plt) Bidang Penanganan Darurat BNPB Dody Ruswandi di Jakarta, Selasa, 8 Juni 2021.

     



    Menurut dia, selama ini, kebanyakan hotel, penginapan, dan wisma karantina di Ibu Kota dibiayai menggunakan anggaran BNPB. Pihaknya mengusulkan anggaran ke depan ditanggung oleh pemerintah daerah (pemda) dahulu.

    Baca: 34 Warga Positif Covid-19, Wilayah Sumur Batu Kemayoran Lockdown Terbatas

    "Karena kita masih mengusulkan ke Kemenkeu (Kementerian Keuangan), nanti kalau sudah turun dari Kemenkeu, nanti kalau memang dibutuhkan bisa diusulkan lagi," ujar dia.

    Dody tidak memerinci berapa anggaran untuk hotel, penginapan, dan wisma isolasi mandiri di DKI Jakarta selama ini. Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menambah tempat isolasi mandiri pasien covid-19 dari hanya tiga lokasi menjadi 29 tempat isolasi.

    Penambahan tempat isolasi itu tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 675 tahun 2021 tentang Perubahan Atas Kepgub Nomor 979 Tahun 2020 tentang Lokasi Terkendali Milik Pemprov DKI dalam Penanganan Covid-19. Pemprov menambah tempat isolasi lantaran Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menghentikan pembiayaan hotel, penginapan, dan wisma untuk isolasi dan tenaga kesehatan.

    Lampiran Kepgub Nomor 675 Tahun 2021 menjelaskan daftar lokasi isolasi terkendali dan penginapan bagi tenaga kesehatan dari Pemprov DKI mampu menampung 8.249 orang. Lokasi ini tersebar di sejumlah wilayah.

    Lokasi isolasi terkendali pasien covid-19 tahap pertama berkapasitas 607 orang. Titik ini terdiri dari Graha Wisata TMII (kapasitas 100 orang), Graha Wisata Ragunan (200), Hotel Grand Mansion Menteng (77), Pusdiklat Gulkarmat Ciracas (30), dan Masjid Raya KH Hasyim Ashari (200).

    Lokasi tahap kedua berkapasitas 6.648 orang. Titik ini terdiri dari Rusun Nagrak Cilincing (2.550), Rusun Pasar Rumput Manggarai (3.968), SMPN 285 Pulau Untung Jawa (20), SMKN 61 Pulau Tidung (40), SMPN 28 Pulau Panggang (20), SDN 01 Pulau Kelapa (30), dan PKBM Pulau Harapan (20).

    Lokasi tahap ketiga berkapasitas 994 orang. Titik ini meliputi Balai Kesenian Kebon Melati (85), GOR Rawamangun (100), GOR Senen (100), GOR Johar Baru (50), GOR Kemakmuran Petojo Utara Gambir (30), GOR Tanah Abang (60), GOR Kemayoran (40), GOR Grogol Petamburan (50), GOR Tambora (50), GOR Kebon Jeruk (50), GOR Cilandak (75), GOR Mampang Prapatan (40), GOR Tebet (40), GOR Pancoran (40), GOR Pasar Minggu (25), Wisma Atlet Raden Intan (32), GOR Ciracas (50), GOR Cengkareng (47), dan GOR Setu (30).

    Pemprov DKI juga menyiapkan lokasi penginapan tenaga kesehatan berkapasitas 835 orang. Lokasi ini terdiri dari SMK 27 Sawah Besar (32), SMK 57 Pasar Minggu (36), SMK 24 Cipayung (28), LPMP Provinsi DKI (480), Gedung PKK Melati Jaya (72), dan Jakarta Islamic Center (185).

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id