Cerita Anwar, Warga Jakarta yang Terancam Kehilangan Tanah Waris

    Medcom - 14 September 2021 13:00 WIB
    Cerita Anwar, Warga Jakarta yang Terancam Kehilangan Tanah Waris
    Anwar, korban pemalsuan sertifikat tanah.



    Jakarta: Anwar kini terancam kehilangan tanah warisan ayahnya seluas 1.510 meter persegi. Namun tanah yang berada di RC Veteran, Bintaro, Jakarta Selatan itu diambil alih S dan T yang merupakan tersangka kasus pemalsuan sertifikat tanah.
     
    Anwar mengaku tinggal di lokasi itu sejak 1960. Namun, saat mengurus sertifikat tanah pada 2018 dirinya malah disomasi dan dilaporkan ke polisi. Anwar disebut melakukan penyerobotan tanah, pemalsuan, dan penggelapan hak atas tanah.
     
    “Karena tidak terbukti, kasus saya akhirnya di SP3 (dihentikan) polisi. Polda Metro Jaya menghentikan proses penyidikan karena laporan S tidak cukup bukti, sesuai dengan surat nomor : S.Tap/401/III/2021/DitReskrimum dan surat nomor :  B/3899/III/Res.1.2./2021/DitReskrimum tertanggal 15 Maret 2021," ujar Anwar.
     
    Anwar menyebut dasar kepemilikan tanahnya adalah Surat Pernyataan Hibah Mutlak Nomor : 011/SH/VI/1993 tanggal 16 Juni 1993 yang diketahui oleh Kepala Kelurahan Bintaro yakni Sdr. M. A Chalex. BA atas Girik C.1262 Persil 73 Blok S.III atas nama EPE bin LIAN dengan luas 1.510 m2.
     
    Anwar bercerita, pada 2018 SHM tanah sudah terbit atas nama Anwar. Namun pada 2019 Anwar mendapat somasi/peringatan dari S melalui kuasanya T yang mengeklaim tanah itu dengan SHM No. 2804/Bintaro.
     
    Pada 10 Maret 2020, Anwar melaporkan S dan T ke Polda Metro Jaya dengan dasar dugaan tindak pidana pemalsuan surat yang diduga dilakukan dalam proses penerbitan SHM milik S.
     
    Laporan Anwar ditindaklanjuti polisi dan telah memeriksa 21 orang saksi serta puluhan alat bukti. Polisi menemukan adanya praktik mafia tanah dan menetapkan S, T, dan lainnya sebagai tersangka.
     
    S dan T kemudian mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor:55/Pid.Pra/2021/PN.JKT.SEL yang mulai diperiksa pada tanggal 8 Juni 2021.
     
    Kinerja Hakim Dipertanyakan
     
    "Saat Hakim MS ditetapkan sebagai hakim tunggal praperadilan atas tersangka laporan saya, Hakim MS masih memeriksa dan mengadili permohonan Praperadilan perkara R.J Lino. Bagaimana mungkin, hakim yang masih memeriksa perkara praperadilan lain sudah diberikan tugas dan mandat oleh Kepala PN Jaksel," jelas Anwar.
     
    Anwar mengaku sudah melayangkan surat kepada Ketua Mahkamah Agung (MA) Muhammad Syarifuddin, Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI serta Komisi Yudisial. Dalam laporannya itu, Anwar meminta agar Ketua PN Jaksel dan Hakim MS diperiksa. 
     
    Anwar berharap, Ketua MA, Bawas MA dan KY menindaklanjuti laporannya. Sebab, sampai saat ini dia berharap tanah yang dikuasainya sejak 1960-an itu menjadi miliknya tanpa ada persoalan hukum.
     
    Sebelumnya, Anwar juga meminta perlindungan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia menyambangi Istana Negara pada Senin 7 Juni 2021 dan menyampaikan surat pengaduan ke Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo pada Jumat 4 Juni 2021.
     
    "Saya menduga ini ada praktik-praktik mafia tanah, saya mohon Pak Jokowi untuk membantu saya rakyat kecil yang meminta keadilan," kata Anwar.
     
    Anwar telah menyampaikan surat pengaduannya melalui Bagian Persuratan Sekretariat Negara Republik Indonesia (Setneg RI) di Gedung  Setneg RI.

    (FZN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id