Nelayan Ungkap Cerita Perjalanan Reklamasi Ancol

    Antara - 12 Juli 2020 06:29 WIB
    Nelayan Ungkap Cerita Perjalanan Reklamasi Ancol
    Pengendara melintas di atas lahan hasil reklamasi Ancol di Jakarta, Sabtu, 11 Juli 2020. Antara/M Risyal Hidayat
    Jakarta: Sejumlah nelayan di teluk Jakarta menyebutkan proses reklamasi di pesisir pantai Ancol sudah dilakukan sejak belasan tahun lalu. Tanah dari buangan pengerukan sungai tersebut sebelumnya tak ada.

    "Dulunya di sini semua laut, belum seperti sekarang ini," kata salah seorang nelayan, Daeng Darwis, saat ditemui Antara, di Jakarta, Sabtu, 11 Juli 2020.

    Daeng sudah menjadi nelayan dan mengoperasikan kapal di teluk Jakarta sejak puluhan tahun lalu. Saat itu, dia menyewakan kapal untuk mengangkut para pekerja yang memindahkan pasir pantai dari tongkang ke kapal kecil, menuju pantai Ancol.

    Seiring berjalannya waktu, penimbunan laut terus dilakukan Ancol hingga saat ini. Setiap hari beberapa truk bermuatan hasil kerukan lumpur sungai dibuang ke lokasi reklamasi di pesisir pantai Ancol.

    Hal senada disampaikan Reza, salah seorang nelayan pukat kambang yang turut menyaksikan perjalanan reklamasi di pesisir pantai Ancol. Setidaknya puluhan nelayan itu terdampak karena akses berlabuh kapal nelayan teluk Jakarta terkendala.

    "Sebagian besar nelayan paham dampak reklamasi, tetapi tidak tahu menyampaikan harapan dan masukan kepada siapa," kata Reza.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan Keputusan Gubernur Nomor 237 tahun 2020 pada 24 Februari 2020 terkait izin pelaksanaan perluasan kawasan rekreasi Dunia Fantasi seluas 35 hektare dan Taman Impian Jaya Ancol Timur seluas 120 hektare. Lahan tersebut sebagai upaya untuk melindungi warga Jakarta dari banjir.

    Anies menjelaskan tanah timbul di kawasan Ancol merupakan hasil pengerukan waduk dan sungai yang sudah dilakukan sejak 11 tahun lalu.

    "Lumpur itu ditaruh di kawasan Ancol dan proses ini sudah berlangsung cukup panjang. Bahkan menghasilkan lumpur yang amat banyak 3,4 juta meter kubik," terang Anies Anies.

    Selanjutnya kata Anies, lumpur ini kemudian dimanfaatkan untuk pengembangan kawasan Ancol. Sehingga dipastikan proses itu merupakan kegiatan untuk melindungi warga Jakarta dari bencana banjir.

    (SUR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id