comscore

Coretan di Atas Serbet Merambah Jakarta

M Rodhi Aulia - 20 Mei 2022 23:45 WIB
Coretan di Atas Serbet Merambah Jakarta
Sirkuit Formula E di Ancol. Foto: M Rodhi Aulia
SEORANG staf dari PT Jakarta Propertindo (Jakpro) tiba-tiba mengambil mikrofon usai paparan dari rekannya, Nurlaela Jufri, saat menerima kunjungan media massa di arena Jakarta International E-Prix Circuit, Ancol, Jakarta Utara. Ia turut menekankan pentingnya perhelatan Jakarta E-Prix atau Formula E.


"Ini bukan sekadar balapan. Ini lebih dari balapan. Ini adalah tentang kampanye. Ini adalah tentang gerakan menciptakan masa depan untuk anak-cucu kita," kata staf perempuan itu singkat dalam bahasa Inggris, Selasa 16 Mei 2022.


Berawal dari Jean Todt, Presiden FIA (Fédération Internationale de l'Automobile) dan Alejandro Agag, pebisnis Spanyol dan Ketua Formula E serta beberapa orang lainnya, bertemu di sebuah restoran di Paris, Perancis pada 3 Maret 2011 malam. Mereka memimpikan sebuah kejuaraan mobil listrik pertama di dunia.

Mereka menuliskan mimpi tersebut di atas selembar serbet atau lap makan yang ada di restoran. Todt ingin memperkenalkan kejuaraan mobil listrik dan Agag menyatakan kesiapannya sebagai promotor.

Coretan di Atas Serbet Merambah Jakarta
Foto tangkapan layar serbet bersejarah dari situs fiaformulae.com.


Dari mimpi yang ditulis di serbet itu kemudian menjadi kenyataan. Pada 13 September 2014, debut pertama dimulai di Beijing, Tiongkok.

Jalanan kota-kota paling ikonik di dunia menjadi target lokasi balapan mobil listrik. Hingga tahun 2022, Formula E sudah memasuki musim kedelapan dan Jakarta menjadi lokasi balapan tersebut pada tanggal 4 Juni.

Lahan milik Ancol disulap menjadi sirkuit sepanjang 2,4 km dengan 18 tikungan dan lebar rata-rata 14 meter. Pengerjaan ini dilakukan kurang lebih selama 54 hari atau 2 bulan. Kemudian terdapat 9 grandstand atau tribun penonton, dan 5 jembatan penyeberangan orang. 


"Ini lahan Ancol. Yang sebelumnya ada beberapa fungsi digunakan untuk keperluan ekonomi mereka. Sebelum sirkuit dibangun, ada parkiran. Ada jalan raya sampai ke bundaran Ancol Timur," kata Sigit Sanjaya dari Tim Infrastructure Jakarta E-Prix 2022.


Sigit menambahkan, pihaknya sama sekali tidak menebang pohon yang ada sebelumnya. Pihaknya merelokasi pohon-pohon tersebut menyesuaikan layout sirkuit.


Coretan di Atas Serbet Merambah Jakarta


Transisi Energi
Nurlaela Jufri, Tim Sustainability and Community Jakarta E-Prix 2022, mengatakan Formula E merupakan ajang kampanye transisi energi menuju 100 persen energi terbarukan. Jakarta siap menggaungkan kampanye tersebut.


"Bedanya dengan Formula 1, kita tidak menggunakan BBM. Formula E menggunakan tenaga listrik. Jadi sudah selaras dengan percepatan penggunaan kendaraan listrik," kata Nurlaela dalam kesempatan yang sama.


Ela, sapaan akrabnya menambahkan Formula E merupakan olahraga pertama yang mencapai net-zero carbon emission atau jumlah emisi karbon yang dilepaskan ke atmosfer tidak melebihi jumlah yang emisi yang mampu diserap bumi.


"Dari 7 sesi atau musim, terdapat banyak sekali peningkatan-peningkatan yang mendukung pengurangan emisi karbon. Jadi kita bisa lihat hanya 8 persen emisi karbon dari semua kegiatan operasi balapan ini," kata Ela.


Karenanya dalam semua rangkaian perhelatan ajang balapan Formula E, menerapkan prinsip keberlanjutan lingkungan. Di antaranya penggunaan kapal laut dan kendaraan darat berbahan bakar biofuel dalam pengangkutan logistik.

Kemudian para penonton diimbau untuk datang ke sirkuit menggunakan kendaraan umum. Pihak penyelenggara akan menyediakan shuttle bus untuk mendukung imbauan tersebut.


"Sasaran Formula E sebenarnya kaum milenial yang proyeksinya hidup di masa depan untuk mengambil bagian agar lebih menjaga lingkungan dengan mengurangi emisi karbon," tegas Ela.



Jakarta
Kehadiran ajang balap Formula E di Jakarta bukan ujug-ujug. Tapi merupakan hasil negosiasi dan kompetisi dengan kota dunia lainnya pada 2019 silam. Hal itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam akun instagramnya pada Juli 2019.

Kala itu, ia terbang dari Medellin, Kolombia ke New York, Amerika Serikat. Ia menuntaskan negosiasi dengan pengelola Formula E, di antaranya Alexandro Agag.


"Di ujungnya kita bersepakat, Jakarta lebih dari layak dipilih menjadi tuan rumah. Ini artinya, mata dan kamera seluruh dunia akan datang dan menyorot Jakarta, ribuan penonton dari seluruh dunia akan hadir langsung. Tak terkira banyaknya juga adalah penonton dari dalam negeri. Yang tak kalah penting adalah manfaat pergerakan ekonomi pun akan dirasakan.

Menurut preliminary study, satu event balapan di Jakarta ini akan menggerakkan perekonomian hingga lebih dari 78 juta Euro, atau Rp 1,2 T. Ini adalah kesempatan bagi kesejahteraan, lapangan kerja dan usaha bagi warga Jakarta. InsyaAllah," kata Anies, 14 Juli 2019.


 

(DHI)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id